Era Sepakbola Modern, Musnahnya Para Poacher

higuin-juventus
INSPIRADATA. Suatu kali dalam sebuah wawancara setelah pensiun dari lapangan hijau, Hernan Crespo mengatakan bahwa sekarang ini penyerang seperti dirinya sudah sangat langka.

Crespo besar dan malang melintang di Parma, Intermilan, Milan dan Chelsea. Crespo berpendapat, musnahnya para penyerang seperti dirinya—biasa disebut poacher—karena sepakbola modern yang menuntut seorang pemain harus bisa berada di berbagai posisi.

Para pengulas taktik ternama, mulai dari Jonathan Wilson hingga Michael Cox, khusus membahas mengenai punahnya penyerang bertipe poacher atau striker murni karena para pemain dituntut untuk memiliki tanggung jawab yang beragam.

Apa itu poacher?

Crespo, saat bermain di Parma di era akhir 1990-an.
Crespo, saat bermain di Parma di era akhir 1990-an.

Poacher adalah striker yang memiliki kemampuan finishing yang luar biasa tajam dan kepadanya dibebankan tugas utama untuk mencetak gol. Striker berjenis poacher biasanya terlihat tidak terlalu terlibat dalam proses permainan tim karena sering sekali posisinya jauh di atas dan tidak turun ke bawah untuk membantu pertahanan. Sering kali seorang poacher terlihat malas-malasan dan hanya berlari-lari, tanpa berusaha untuk terlibat lebih jauh.

Sekarang, hal itu sudah tak semakin langka.

Lihat saja, bagaimana Josep Guardiola mendorong Lionel Messi bermain di depan gawang dan membuatnya mencetak lebih banyak gol. Padahal, Messi adalah pemain nomor 10.

Di Inggris, Jose Mourinho lebih gila lagi. Sewaktu di Chelsea, ia berani menyimpan Cesc Fabregas di lini depan sebagai false 9. Padahal Fabregas sejatinya seorang gelandang bertahan.

Mourinho, bahkan sering tak memasang satu striker pun.
Mourinho, bahkan sering tak memasang satu striker pun.

Yang lebih miris adalah Wayne Rooney. Sejak era Louis van Gaal, ia dipaksa untuk bermain sebagai gelandang. Punah sudah ketajamannya di depan gawang. Rooney menjadi disoriented.

Sepakbola modern sekarang memang memaksa seorang pemain mampu bermain di mana saja. Masih ingat beberapa tahun lalu ketika Mou murka pada Demba Ba karena sang striker tidak mau membantu pertahanan saat Chelsea hanya menang tipis?

Walaupun semakin langka, ada beberapa nama yang patut dikedepankan sebagai poacher zaman ini. Gonzalo Higuain di Juventus dan Sergio Aguero di Manchester City. Bukan kebetulan, keduanya berasal dari Argentina, sama seperti Crespo yang merasa bahwa poacher seperti dirinya akan punah oleh sepakbola modern. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *