Salah satu Mesjid di Palestina

Erdogan: Turki tidak akan Membiarkan Larangan Adzan Diterapkan di Al-Quds!

INSPIRADATA. Kemenlu Israel menilai, Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan telah melakukan penipuan publik setelah menyinggung soal kebebasan agama dan beberapa larangan Israel terhadap palestina, salah satunya adalah larangan Adzan di Al-Qudz. Demikian disitat dari Republika, (10/5/2017).

Emmanuel Nachshon selaku Juru Bicara Kemenlu Israel menanggapi sikap Erdogan dengan mengklaim bahwa Israel selalu menghormati kebebasa beragama bagi yahudi, Islam dan kristen. Hal ini akan terus dilakukan meskipun beberapa pihak sengaja melakukan pembohongan publik.

“Tidak seharusnya bagi pelanggar HAM secara sistemasis di negaranya memberikan ceramah terkait demokrasi di kawasan lain,” ujarnya, seperti dilansir Almasry Alyoum, kemarin (9/5/2017).

Selang beberapa jam setelah pernyataan dari Israel dilontarkan, beberapa pemukim Israel melakukan serangan terhadap properti warga Palestina serta menuliskan slogan antiArab dan Islam di Shuafat, Yerusalem Timur.

Nachson juga menjelaskan bahwa, Dirjen Kementerian Luar Negeri Israel, Yuva Rotem, telah berkomunikasi dengan Duta Besar Turki di Israel, Kemal Okem, terkait dengan pernyataan Kemenlu Israel.

Sementara itu, Radio Publik Israel mengungkapkan bahwa Pemerintah Israel telah menyurati Ankara untuk cegah kisruh politik antar dua negara.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan menyampaikan beberapa hal dalam pidatonya di Forum Wakaf al-Quds Internasional di Istanbul. Ia mengatakan bahwa al-Quds adalah kiblat Islam pertama dan negeri para Nabi serta merupakan simbol kemulian bagi kaum muslimin. “Karena itu, umat Islam berkewajiban untuk berkunjung ke kota suci tersebut,” katanya.

“Israel dengan, dukungan beberapa negara, secara terus-menerus melakukan pelanggaran hukum internasional. Lebih dari itu, sistem poltik Israel terhadap warga Palestina tak ubahnya seperti praktik Amerika Serikat terhadap warga kulit hitam,” tegasnya.

Terkait dengan larangan berkumandangnya Adzan di kota al-Quds, Erdogan pun berbicara, “Jika Anda yakin dengan kebenaran agama Anda (Yahudi), maka Anda tidak perlu takut dengan kebebasan beragama. Kami yakin dengan kebenaran agama kami karena itu kami tidak takut dengan kebebasan beragama, dan Turki tidak akan membiarkan aturan larangan azan diberlakukan terhadap al-Quds,” tegasnya, seperti dilansir Anadolu Agency. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *