Foto: Advertising Age

Facebook dan Google Miliki Cara Untuk Meredam Hoax!

Foto: Advertising Age

INSPIRADATA. Hoax atau kabar palsu belakangan ini sangat meresahkan netizen, apalagi seiring dengan mudahnya akses internet serta aktifnya pengguna sosial media. Banyak orang yang memberikan solusi untuk meredam berita hoax ini, tak terkecuali dua raksasa internet, yakni Facebook dan Google. Lantas, langkah seperti apa yang dibuat oleh keduanya untuk meredam berita hoax ini?

Facebook

Seperti dilansir oleh Liputan6, Facebook akan memaksimalkan fitur “Related Articles” atau artikel terkait yang sebelumnya sudah dirilis 2013 lalu.

Related Articles ini membantu pengguna menemukan artikel yang dianggap menarik untuk dibaca, setelah pengguna membaca artikel, News Feed akan menampilkan artikel terkait sesudah pengguna membaca sebuah artikel. Jejaring sosial yang memiliki pengguna 1 miliar itu sedang menguji fitu terbaru ini.

Facebook akan menampilkan tautan artikel dengan topik yang sama, sehingga pengguna dapat membandingkan keabsahan dari artikel yang sudah dibaca. Tautan artikel ini akan disimpan dibawah berita yang sedang dibaca oleh pengguna.

Pada tes ini, tautan artikel ditempatkan sebelum pengguna membaca sebuah artikel dan tidak seperti sekarang sehingga pengguna bisa memilah sumber berita mana yang akan dibacanya. Upaya ini juga dilakukan agar pengguna mendapatkan informasi tambahan dari berbagai sudut

Google

Sementara itu pihak Google akan melakukan beberapa perubahan pada hasil pencarian. Tujuannya sama, yakni meredam beredarnya kabar hoax dan konten yang kurang pantas dilihat.

Caranya yaitu dengan penggunaan algoritm yang berbeda dari sebelumnya. “Algoritma kami membantu menganilisis sumber-sumber berita terpercaya dari ratusan miliar situs yang terdaftar di indeks kami,” demikian pernyataan Google dalam webnya.

Google pun menyebutkan dari sekian banyak konten yang ada di Google, sekitar 0,25 persennya merupakan konten hoax dan tak pantas dibaca oleh pengguna.

Untuk itu Google sudah memiliki evaluator untuk mengevaluasi hasil pencarian Google. Penilaian tidak tergantung dari peringkat web, namun dari kualitas hasil pencarian.

Sebelumnya pun Google telah memiliki fitur Search Quality Rater Guidelines yang mampu menyortir contoh laman web dengan kualitas rendah dan bisa dikategorikan berita hoax.

Selain itu, Google juga menggabungkan ratusan tanda untuk menentukan hasil pencarian yang terpercaya. Misalnya unsur kebaruan konten hingga seberapa banyak perintah pencarian pengguna muncul di laman.

“Google mengupayakan berbagai hal agar pengguna mendapatkan hasil terbaik dari pencariannya berupa laman yang terpercaya serta meminimalisir laman dengan konten yang kurang pantas,” tulis Google dalam laman webnya. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Rahasia Televisi, Bisa ‘Membius’ Otak

TV merupakan contoh yang sangat baik sekali bagaimana perangkat ini mempengaruhi pikiran Anda sebagai akibat pengaruh yang ditimbulkannya kepada otak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *