Bangladesh akan pulangkan seluruh pengungsi Rohingya ke Myanmar
Foto: SINDOnews

Fakta-fakta Miris tentang Rohingya

INSPIRADATA. Citra satelit dari desa Rohingya di negara bagian Barat Rakhine, Myanmar, menunjukkan ada sekitar 820 struktur bangunan yang diidentifikasi dihancurkan di lima lokasi yang berbeda pada 10-18 November, demikian menurut sebuah laporan yang dirilis Senin kemarin (21/11/2016).

Human Rights Watch (HRW) meminta pemerintah Myanmar untuk mengundang PBB membantu dalam penyelidikan tentang kehancuran struktur bangunan tersebut.

Sedikitnya 70 warga Rohingya tewas terbunuh di negara bagian Rakhine dalam gelombang kekerasan baru terhadap etnis minoritas Muslim Myanmar itu. Menurut pengamat, warga sipil Rohingya kembali menjadi sasaran kebengisan militer Myanmar yang memiliki catatan buruk pelanggaran hak asasi manusia. Selengkapnya baca di sini.

Berikut fakta-fakta miris tentang nasib Rohingya sebagaimana disitat dari DW (31/11/2015) lalu:

Pelayaran Maut

Setiap tahun, ribuan pengungsi Rohingya asal Myanmar dan pencari suaka asal Bangladesh berlayar menuju Malaysia dan Indonesia dengan kapal-kapal dari sindikat perdagangan manusia. Dalam tiga bulan pertama 2015, PBB memperkirakan ada 25.000 pengungsi yang berangkat, kebanyakan dari kamp-kamp gelap di Thailand.

Lemah dan Kelelahan

Para pedagang manusia membawa pengungsi dengan kapal lalu meninggalkan mereka di laut, sering tanpa makanan dan minuman. Kelompok ini terdampar 10 Mei 2015 di daerah pesisir Aceh Utara, lalu diselamatkan otoritas Indonesia dan ditampung di sebuah stadion. Kebanyakan dalam kondisi lemah dan kelelahan.

Perempuan dan Anak-Anak

Sekitar 600 pengungsi tiba di Aceh Utara dengan empat kapal. Pada saat yang sama, lebih 1000 pengungsi ditahan polisi Malaysia dekat Pulau Langkawi. Diantara pengungsi yang berhasil diselamatkan, banyak anak-anak dan perempuan.

Tertindas dan Tanpa Kewarganegaraan

Myanmar menganggap warga Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh dan menolak memberi mereka status warga negara, sekalipun mereka telah tinggal puluhan tahun di negara itu. Banyak warga Rohingya melihat pengungsian sebagai satu-satunya jalan untuk mendapat suaka politik di tempat lain. Tujuan akhir mereka adalah Australia.

Perbudakan Modern

Para pengungsi Rohingya harus membayar sampai 200 dolar AS untuk sampai ke Malaysia kepada pedagang manusia. Mereka lalu dibawa dengan kapal yang penuh sesak, sering tanpa makanan dan minuman. Mereka biasanya dibawa lebih dulu ke kamp-kamp penampungan gelap di Thailand dan diperlakukan seperti budak.

Gelombang Pengungsi

rohingya-4Asia Tenggara selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kawasan transit pengungsi, dipicu oleh konflik dan penindasan di beberapa tempat. Di kawasan Asia Pasifik diperkirakan ada sekitar 11,7 juta pengungsi yang jadi korban sindikat perdagangan manusia, terutama di kawasan Mekong Besar, Kamboja, Cina, Laos, Myanmar, Thailand dan Vietnam. []


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *