MOTOR JALAN TOL, Fakta Tentang Izin Sepeda Motor Masuk Jalan Tol
Unik, Informatif , Inspiratif

Fakta Tentang Izin Sepeda Motor Masuk Jalan Tol

0

Wacana sepedah motor menjadi perbincangan masyarakat. Pro-kontra pun bermunculan. Seorang netizen mengungkapkan kekesalannya dalam media sosial: “bagus, motor masuk tol, dan mobil dijalan raya. Mungkin tak akan macet lagi.”

Kabar wacana diperbolehkannya motor masuk tol t muncul sejak Minggu (27/1/2019), setelah salah seorang pejabat publik mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan akses sepeda motor memasuki jalan tol. Berikut lima fakta seputar kabar tersebut.

1. Usulan Ketua DPR

Usulan memberikan akses bagi sepeda motor diizinkan melintasi jalan tol disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo pada Minggu (27/1/2019).

Dalam usulannya, Bambang menyarankan pemerintah agar menyediakan jalan khusus bagi pengguna kendaraan roda dua di jalan tol, yang diklaim sebagai persamaan hak.

2. Telah diterapkan di Tol Suramadu

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyampaikan, sepeda motor diperbolehkan masuk jalan tol telah diterapkan di Tol Suramadu, Jawa Timur dan Tol Mandara, Bali.

Dalam laporannya, Basuki menyebutkan rencana sepeda motor diperbolehkan masuk jalan tol ini dibahas oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian PUPR, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Basuki memiliki pertimbangan mengenai jarak tempuh dalam tol. Basuki memaparkan bahwa masalah yang dibahas saat ini yaitu ketahanan dan kemampuan seseorang mengendarai sepeda motor ketika melintasi tol.

3. Tanggapan Bina Marga

Terkait rencana yang tengah ramai menjadi pro dan kontra, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyarto turut memberikan tanggapan.

Sugiyarto mengatakan, terdapat dua faktor yang harus dipertimbangkan apabila mengizinkan sepeda motor melintas di jalan tol, yakni keselamatan dan kesehatan pengendara.

Faktor keselamatan yang dimaksud menyangkut lebar jalan TOLnya. Apakah Tolnya cukup untuk menampung keberadaan mobil dan sepeda motor dalam waktu bersamaan.

Sugiyarto berpendapat bahwa hal tersebut berhubungan dengan potensi kecelakaan lalu lintas.
Tak hanya itu, tarif tol dan sarananya seperti gerbang tol sebagai akses masuk dan keluarnya kendaraan juga harus dipertimbangkan.

Faktor kesehatan pengendara dalam jangka panjang juga tak boleh lepas dari pembahasan regulasi.

4. Kemenhub tidak setuju

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi tidak setuju dengan rencana memperbolehkan sepeda motor masuk jalan tol dikarenakan berbahaya bagi pengendaranya.

Karena menurut Budi, jalan tol diperuntukkan bagi pengendara mobil berkecepatan tinggi yang menempuh jarak jauh.

Tingkat bahyanya semakin tinggi apabila pengendara sepeda motor juga mengendarai dengan kecepatan tinggi dalam waktu bersamaan tanpa batas pengaman kendaraan.

Budi memberikan saran, , sepeda motor masih memungkinkan masuk jalan tol untuk jarak pendek, seperti Tol Suramadu dan Tol Bali.

BACA JUGA: Tarif Tol Mahal, Begini Curhatan Sopir Truk

5. YLKI tidak setuju

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga tak setuju apabila sepeda motor diperbolehkan masuk jalan tol.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi menyampaikan, keamanan menjadi basis utama dalam bertransportasi.

Mengijinkan sepeda motor memasuki jalan tol sama hanya akan menyumbang angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengguna sepeda motor.[]

SUMBER: KOMPAS


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.