Unik, Informatif , Inspiratif

Fakta Uighur dan Mengapa Pemerintah Tiongkok Memandang Etnis dan Kepercayaannya Sebagai Masalah

0

Nasib malang bangsa Uighur berawal saat perang dunia pecah. Saat itu warga Xinjiang, termasuk Uighur, berusaha bergabung dengan Soviet. Namun tak berhasil, karena pasukan nasionalis kiriman Beijing akhirnya kembali memaksa warga Uighur bertahan dalam wilayah kedaulatan RRC pada 1949.

Sejak itu, warga Uighur dicap punya kecenderungan ‘memberontak’ oleh petinggi di Beijing. Hal ini diperparah dengan kebijakan ekonomi China yang mengutamakan etnis Han.

BACA JUGA: Pengamat, Indonesia Berpeluang Buka Akses Informasi Kasus Uighur

Pemerintah China juga menaruh rasa curiga pada Uighur. Mereka dianggap ingin melepaskan diri dari RRC. Human Right Watch melaporkan, lebih dari 10 juta warga Uighur dipersulit untuk membuat paspor. Berbeda halnya dengan bangsa Han yang segala sesuatunya diberikan kemudahan oleh pemerintah.

Akibat perlakuan diskirminasi itu, akhirnya bangsa Uighur menyerang balik bangsa Han. Sasaran mereka adalah aparat dari etnis Han.

Pada Januari 2007, 18 orang Uighur ditembak mati dengan tuduhan bergabung dengan jaringan teroris internasional. Mereka kemudian dilarang untuk menjalankan syariat Islam, termasuk mengaji dan puasa.

BACA JUGA: Muslim Uighur Didiskriminasi, MUI: Pemerintah China Harus Segera Klarifikasi


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline