Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid

Fatwa MUI: Terorisme Haram Hukumnya

INSPIRADATA. Serangan teror yang banyak terjadi belakangan ini membuat banyak pihak geram. Begitu juga dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengutuk keras pelaku bom Kampung Melayu. MUI menilai tindakan tersebut jauh dari nilai-nilai agama dan sangat biadab. Demikian disitat dari Republika, Jumat (26/5/2017).

“Siapa pun pelakunya mereka adalah manusia yang sudah kehilangan nilai kemanusiaannya. Sungguh ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat keji dan ¬†memilukan,” ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid, Kamis (25/5).

Peristiwa ini, lanjut dia, membuktikan bahwa masalah terorisme belum selesai dan sangat diperlukan perhatian serius dari semua pihak. Terutama pihak aparat keamanan, ormas, tokoh agama dan lapisan masyarakat lainnya. Karena terorisme ini menjadi musuh negara dimana pun berada.

MUI telah mengeluarkan fatwa Nomor 3 Tahun 2014 bahwa terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara, bahaya terhadap keamanan, perdamaian dunia serta merugikan kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu, terorisme haram hukumya.

“Untuk hal tersebut, MUI meminta kepada aparat keamanan untuk menangkap para aktor dan pelakunya dan mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” kata dia.

MUI juga menyampaikan rasa duka yang mendalam untuk keluarga korban bom Kampung Melayu yang ditinggalkan orang tercintanya. Zainut berharap semua korban khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta kekuatan dalam menghadapai musibah ini.

“Dimohon kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada aparat keamanan untuk mengambil langkah yang diperlukan,” ujarnya. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *