Unik, Informatif , Inspiratif

Filipina Tumpas Terorisme dengan Tentara Perempuan Berhijab

0

Filipina menggunakan strategi unik untuk menumpas terorisme di negara tersebut. Puluhan prajurit perempuan berhijab di tempatkan di seluruh wilayah.

Pasukan berhijab ini bertugas untuk memberikan dukungan vital bagi masyarakat yang menderita trauma akibat pertempuran.

BACA JUGA: Philipina Bentuk Militer Berhijab, untuk Apa?

Penempatan pasukan ini di wilayah-wilayah utama di seluruh negeri menyusul keberhasilan penyebaran mereka selama pengepungan di Marawi tahun lalu. Saat itu teroris lokal yang berafiliasi dengan ISIS sedang menguasai kota tersebut.

Kolonel Angkatan Darat Romeo Brawner Jr. mengatakan bahwa pasukan berhijab tersebut telah dilatih untuk mencegah dan melawan ekstremisme. Seperti halnya Marawi, pasukan berhijab juga akan dikerahkan ke daerah lain, termasuk Kota Caloocan, Malabon, Navotas, dan Valenzuela, serta Desa Maharlika.

BACA JUGA: Militer AS, Tolak Permintaan Trump Bangun Pusat Penahanan Migran

“Karena keberhasilan mereka di Marawi, diyakini mereka juga akan efektif di tempat lain. Mereka akan menyediakan layanan budaya dan psikososial di masyarakat,” ujar dia, Arab News. Menurut dia, pasukan ini akan membantu menjaga ketertiban dan keamanan di kota-kota.

Pekan lalu, Angkatan Darat Filipina mengadakan upacara khusus untuk memberi apresiasi terhadap kontribusi pasukan berhijab dalam melakukan rehabilitasi di Marawi. Unit tentara yang terdiri dari empat perwira dan 56 personel tamtama ini dianugerahi Medali Merit Militer atas tugas mereka di Marawi pada 2017.

BACA JUGA: Filipina Tumpas Terorisme dengan Tentara Perempuan Berhijab

Keterlibatan utama mereka adalah memberikan dukungan kepada pemerintah lokal dan lembaga-lembaga lain dalam membantu masyarakat yang terlantar akibat pertempuran yang berlangsung selama lima bulan antara pasukan pemerintah dan kelompok teror Maute. Mereka secara khusus fokus pada pendidikan perdamaian dan membantu dalam memulihkan psikososial, terutama pada anak-anak dan remaja.

Pengerahan tentara perempuan berhijab ini terkonsentrasi di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. []

SUMBER: REPUBLIKA | ARABNEWS


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.