Unik, Informatif , Inspiratif

Film Dokumenter Bertema Menstruasi Raih Piala Oscar

0

Film Dokumenter bertema Menstruasi, disutradara Rayka Zehtabchi mendapat penghargaan Academy Award untuk kategori film dokumenter terbaik. Sang sutradara menangis saat menerima penghargaan itu berupa piala oscar.

“Saya tak menangis karena sedang haid atau yang lain,” katanya.

Ia menambahkan: “Saya tak percaya film tentang menstruasi baru saja memenangi Oscar!”

Film dokumenternya, “Period. End of Sentence.”, menyoroti bagaimana menstruasi bisa menghambat kemampuan seorang gadis untuk melanjutkan pendidikannya. Filem ini ditayangkan di Netflix.

Film ini juga menyoroti proyek sebuah organisasi yang bernama “The Pad Project” (proyek pembalut). Proyek yang bertujuan untuk mengirimkan produk-produk sanitasi kepada para perempuan di negara-negara berkembang.

BACA JUGA: Dua Piala Oscar soal Suara Film Terbaik Diboyong ‘Dunkirk’

Kini, film dokumenter ini makin disorot setelah kemenangan Oscar, yang diharapkan lebih banyak membantu para gadis melalui proyek ini.

Film ini menggambarkan bagaimana tidak semua wanita beruntung. Ada perempuan yang tak memiliki akses ke produk sanitasi seperti tampon dan pembalut. Para wanita ini dipaksa untuk menggunakan alternatif yang tak higienis untuk menyerap darah menstruasi. Wanita itu ‘terpaksa’ menggunakan kain kotor, dedaunan, koran, dan abu.

Ini membuat mereka terpapar terhadap infeksi dan menciptakan perasaan malu atas apa yang merupakan fungsi tubuh alami.

BACA JUGA : Mahershala Ali Menangkan Piala Oscar 2017, Ini Komentar Netizen

Mengenaskannya adalah saat anak perempuan sering dipaksa untuk tidak bersekolah saat mereka sedang menstruasi. Itu bisa berarti kehilangan satu minggu masa sekolah setiap bulannya. Semakin sering masa sekolah yang terlewat, semakin besar kemungkinan para gadis ini akan tertinggal dan putus sekolah sepenuhnya. Hal ini dilaporkan oleh “The Pad Project” .

Akademisi Suneela Garg dan Tanu Anand dalam sebuah penelitian tentang mitos menstruasi di India: “Secara budaya di banyak wilayah di India, menstruasi masih dipandang kotor dan tak suci.”

“Tabu seputar menstruasi mengecualikan perempuan dan anak perempuan dari banyak aspek kehidupan sosial dan budaya.”

Memerangi masalah

“Period. End of Sentence” menampilkan sekelompok gadis SMA dari California, AS, yang mulai menggalang dana untuk “The Pad Project”. Tujuan dari proyek ini adalah untuk membangun komunitas yang berkembang dengan mesin yang membuat pembalut yang bisa terurai secara hayati dari bahan-bahan lokal.

Mesin, yang ditemukan oleh Arunachalam Muruganantham, ini bisa menghasilkan pembalut dengan harga sekitar lima sen per buah. Film ini menceritakan kisah perempuan di Hapur, India, setelah mesin dipasang di desa mereka.

Zehtabchi. mengatakan: “Ketika saya pergi ke sana dan berhadapan langsung dengan para perempuan itu … menjadi sangat jelas bagi saya bahwa menstruasi adalah sumber rasa malu yang sangat besar.”

“Menstruasi sudah begitu lama menghambat banyak perempuan.”

Awal bulan ini, perusahaan California yang menerbitkan emotikon menambahkan emoji menstruasi ke aplikasi mereka. Langkah itu adalah hasil dari kampanye panjang dari kelompok kemanusiaan Plan International, yang berusaha untuk melepas stigma menstruasi.

Hayley Cull, Direktur Advokasi Plan International di Australia mengatakan bahwa 800 juta perempuan mengalami menstruasi setiap bulannya, tetapi kita masih menganggap ini sebagai sesuatu yang memalukan.

Menurut Hayley Cull: “Jadi kita benar-benar harus menghancurkan stigma tentang menstruasi dan itu dimulai dengan membicarakannya secara lebih terbuka.”[]

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline