Unik, Informatif , Inspiratif

G20, China AS sepakat Tunda Perang Dagang

0 15

Era perang dingin blok Timur dan blok Barat telah lama berhenti. Kini Nuklir bukan lagi menjadi satu-satunya penahan atau pemicu perang. Kepemilikan sumber daya alam seperti minyak bumi menjadi senjata ‘perdamaian’ juga. Selain itu, kekayaan laut mulai terasa menjadi alasan sebuah negara memperkuat militernya.

Di luar semua senjata penahan atau pemicu perang, atau dalam bahsa halusnya kita menyebut ‘senjata perdamaian’, maka perang daganglah yang nyaris tak bisa kita tahan gejolaknya.

Sejak September silam ekonomi dunia dirundung potensi bahaya dari guncangan perang dagang Trump.

BACA JUGA: Ternyata Faktor-faktor Ini yang Buat Anak-anak China Cerdas

Dengan slogan ‘America First’, Trump melancarkan perang dagang ke sejumlah negara, termasuk China. Ini adalah langkah Trump yang menghianati konsensus yang telah disepakati negara-negara G20 selama satu dekade dalam menjalani perdagangan internasional.

Dengan China, perang dagang itu terjadi sejak pertengahan 2018. AS memberlakukan tarif tinggi atas barang-barang China senilai US$250 miliar per tahun (Rp3,75 kuadriliun).

Sebagai pembalasan, Cina memberlakukan tarif sebesar US$110 miliar (Rp1,6 kuadriliun) terhadap barang-barang AS.

Ajang saling balas menaikkan tarif antara AS dan China ini mendorong kenaikan harga pada sejumlah produk China seperti penyedot debu hingga alat teknologi seperti modem.

Di sisi lain, barang-barang AS yang ditargetkan China antara lain gas alam cair dan jenis pesawat tertentu.

BACA JUGA : Di Sini Lokasi Perang Dunia III Diprediksi Bakal Pecah

Namun, G20 kali ini sepertinya membawa angin sejuk bagi China dan AS. Di sela pertemuan para pemimpin negara G20 di ibukota Argentina, Buenos Aires.
Xi dan Trump bertemu.

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setuju untuk menghentikan pengenaan tarif perdagangan tambahan dan membuka pintu perdagangan antar negara lebih lanjut, seperti yang dikatakan oleh diplomat top pemerintah China, Penasihat Negara Wang Yi, pada Sabtu (1/12).

Tentang pertemuan itu Wang Yi menyatakan,”Kedua pemimpin mencapai konsensus untuk menghentikan penerapan tarif baru,” seperti dikutip dari Reuters.[]

SUMBER: CNN

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline