Gadis asal Polandia Masuk Islam
Foto: Gadis asal Polandia Masuk Islam (republika)

Gadis Polandia Masuk Islam karena Cita-citanya Sebagai Psikolog

Gadis asal Polandia Masuk Islam
Foto: Gadis asal Polandia Masuk Islam (republika)

INSPIRADATA. Ayesha seorang muslimah asal Polandia yang dibesarkan di Denmark dan Swedia.

“Saya muai tertarik dengan agama Islam mulai tahun 1995 di Swedia, saat itu bertemu dengan seorang muslim di Libanon. Meskipun dia tidak terlalu religi tapi sikapnya dapat membuat saya tertarik dan membuat saya selalu ingin berada disekitar lingkungan muslim,” ujar Ayesha.

Pada usia 18, Ayesha punya keinginan kuat untuk menjadi seorang psikolog. Dan dorongan ini membawanya ke Amerika Serikat untuk ketiga kalinya pada 2001. Di sana dia belajar kesehatan mental dan psikologi kriminal. Sampai suatu hari, dia bertemu seorang pria tua dengan janggut dan gaun putih panjang di tengah-tengah Manhattan, AS. Pria itu ternyata seorang imam di sebuah masjid di New Jersey.

“Saya memang tertarik dengan Islam dan ingin mengetahuinya sebagai perbandingan. Awalnya kami melakukan semacam diskusi tentang agama. Namun setelah mengetahui konsep tentang Islam saya mulai tertarik,” Ayesha.

Menurutnya dia sangat terkesan dengan kata-kata imam tersebut ketika memberi makan burung.

“pria itu mengatakan burung-burung ini tidak tahu bahwa hari ini di tempat ini mereka diberi makan seperti yang sudah ditulis dan direncanakan oleh Tuhan. Tuhan yang sama yang memberi makan pada manusia. Tidak satupun hari yang terlewatkan oleh burung. Yang pergi mencari makan pada pagi hari, dan pulang dalam keadaan kenyang pada sore hari,” ujar Ayesha.

Setelah mendengar kata-kata itu, Ayesha cantik ini langsung mempelajari Islam. Dengan membeli buku-buku Islam dan memakai hijab. Selain itu, Ayesha pun mendapatkan salinan Al-quran dari temannya asal Yaman. Dan video ‘The Message’ yang diberikan oleh teman muslimnya yang berasal dari Maroko.

Tak hanya itu, dia juga belajar puasa dengan harapan bisa menjadi orang yang disiplin dan mendapat ketenangan pikiran.

Namun tak lama, seorang teman lain dari Maroko menjelaskan tentang cara masuk Islam. Ayesha menjadi sedikit takut sebelum masuk Islam. Ayesha masih ingat kata teman muslimnya. Kapanpun dia siap memeluk Islam, dia harus memberitahu temannya itu dan pergi ke sebuah masjid.

Setelah merasa siap menjadi muslim, Ayesha menghubungi temannya itu dan mereka pergi ke masjid. Tepat pada ulang tahunnya yang ke-30, Ayesha menerima Islam dan menjadi seorang muslim.

Namun keputusan Ayesha menjadi ironi. Ayesha melihat bagaimana teman-teman dan keluarganya sangat ingin mendengarkan kegagalan dia dalam hidup dan masalah cinta. Setiap Ayesha berbicara tentang sesuatu yang masuk akal seperti psikologi dan khususnya Islam, mereka menyingkir dan menolak untuk mendengarkan. Namun Ayesha mengatakan dalam hatinya bahwa hidup harus berjalan terus.

Hidup Ayesha telah berubah dalam arti bahwa dia melihatnya sebagai ujian daripada permainan. Jadi Ayesha kini lebih serius dalam menata kehidupannya. Menyaksikan keesaan Allah dan Muhammad sebagai nabi terakhir telah menyapu semua kebohongan yang telah dibangun dalam pikirannya.

Sekarang Ayesha dapat melihat kehidupan jauh lebih jelas, memahami sifat manusia dengan lebih baik, dan menerima diri sebagai manusia dengan ketidaksempurnaan. Islam Juga mengajar Ayesha tentang tanggung jawab seorang muslim atas tindakannya dan dengan itu berhenti menyalahkan orang lain atau diri sendiri.

Itulah kisah Ayesha dan proses perjalanan keislamannya. []


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *