Gambaran Pohon dan Buah-Buah Surga yang Tiada Tara

0

Sama halnya di dunia, di surga juga terdapat pepohonan dan buah-buahan yang rindang, sedap dipandang mata. Namun, tentu pohon dan buah yang ada di surga tidaklah sama dengan apa yang ada di dunia.    

Pepohonan surga itu banyak, harum, dan bermacam-macam.

Allah subhanahu wa ta’ala telah memberitahukan bahwa di surga ada pohon-pohon anggur, kurma, dan delima sebagaimana juga terdapat pohon sidr dan thalh.

Dia berfirman,

إِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًا. وَحَدَائِقَ وَأَعْنَابًا

“Sesungguhnya, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur.” (QS. An-Naba`: 31–32)

BACA JUGA: Di Surga, Tiada Siang ataupun Malam

Allah berfirman,

فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌ

“Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.” (QS. Ar-Rahmân: 68)

Firman-Nya:

وَأَصْحَابُ الْيَمِيْنِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِيْنِ. فِى سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍ. وَطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍ. وَظِلٍّ مَّمْدُوْدٍ. وَمَاءِ مَّسْكُوْبٍ. وَفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍ

“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. (Mereka) berada di antara pohon bidara yang tak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak.” (QS. Al-Wâqi’ah: 27–32)

As-Sidr adalah pohon bidara yang berduri, tetapi di surga duri-durinya tercabut.

Ath-thalh (pisang) adalah salah satu pohon yang ada di Hijaz sejenis pohon yang berduri.

Namun, di surga, duri-durinya dicabut dan bisa dikonsumsi tanpa susah payah dan tanpa kesulitan.

Beberapa pohon yang disebut oleh Alquran sebagai pohon surga ini barulah sedikit dari apa yang ada di dalam surga tersebut.

Karena itu, Allah berfirman,

فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ

“Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.” (QS. Ar-Rahmân: 52)

Itu karena banyaknya buah-buahan yang ada maka para penghuninya bisa meminta apa yang mereka kehendaki dan memiliki apa yang mereka inginkan.

Allah berfirman,

يَدْعُوْنَ فِيْهَا بِفَاكِهَةٍ وَّشَرَابٍ

“Sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.” (QS. Shâd: 51)

Dia berfirman,

وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَ

“Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih.” (QS. Al- Wâqi’ah: 20)

Firman-Nya:

إِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِى ظِلَالٍ وَّعُيُوْنٍ وَفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُوْنَ

“Sesungguhnya, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air; dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini.” (QS. Al-Mursalât: 41–42)

Singkat kata, di surga itu ada banyak macam buah dan kenikmatan dari segala yang diinginkan oleh nafsu dan disenangi oleh mata.

Allah berfirman,

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِّنْ ذَهَبٍ وَّأَكْوَابٍ وَّفِيْهَا مَاتَشْتَهِيْهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ

“Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata.” (QS. Az-Zukhruf: 71)

Ibnu Katsir menyuguhkan perbincangan yang bagus dan di dalamnya ia membuktikan banyaknya buah-buah di surga.

Pasalnya, ia menyimpulkan bahwa Allah mengingatkan dengan yang sedikit terhadap yang banyak, dengan yang remeh kepada yang agung, pada saat menyebut bidara dan pisang.

Ibnu Katsir mengatakan, “Karena bidara di dunia itu tidak berbuah, kecuali sangat sedikit, yaitu buah bidara, sementara durinya banyak dankarena pisang di dunia itu itu tidak bisa digunakan selain untuk naungan, di surga keduanya sangat banyak dan indah buahnya sehingga satu buah saja darinya akan mengeluarkan tujuh puluh macam rasa dan warna, yang mirip satu sama lain. Terlebih lagi buah-buah dari pepohonan yang di dunia sudah bagus buahnya, seperti apel, kurma, anggur, dan lain-lain. Apalagi dengan macam-macam raihanah dan bunga? singkat kata, di dalam surga itu terdapat apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terdetik dalam hati manusia. Kita memohon kepada Allah untuk diberikan surga dengan anugerah-Nya.” (An-Nihayah, Ibnu Katsir, 2/262)

Pohon-pohon surga itu berbuah untuk selamanya, tidak seperti pohon di dunia yang memberi buah pada waktu tertentu dan tidak memberi pada waktu yang lain, memberi buah pada satu musim dan tidak memberi pada musim yang lain.

Pohon surga itu berbuah dan rindang selama-lamanya.

Allah berfirman,

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِى وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ أُكُلُهَا دَائِمٌ وِّظِلُّهَا

“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa (ialah seperti taman),mengalir di bawahnya sungai-sungai, senantiasa berbuah dan teduh.” (QS. Ar-Ra’d: 35)

Firman-Nya:

وَفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍ لَا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍ

“Dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.” (QS. Al-Wâqi’ah: 33)

Yaitu abadi dan terus-menerus.

Selain terus-menerus berbuah, penduduk surga tidak dilarang untuk mengambilnya.

Di antara indahnya apa yang dijumpai oleh penduduk surga ketika mereka didatangi oleh buah-buah surga adalah bahwa mereka melihat buah-buah itu mirip satu sama lain secara lahir, tetapi berbeda dari segi isinya.

Allah berfirman,

كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا قَالُوْا هَذَا الَّذِى رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوْا بِهِ مُتَشَابِهًا

“Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: ‘Inilah yang pernah diberikan kepada Kami dahulu.’ Mereka diberi buah-buahan yang serupa.” (QS. Al-Baqarah: 25)

Pepohonan surga itu memiliki dahan dan cabang yang senantiasa menjulang dan berkembang.

Firman-Nya:

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٤٧  ذَوَاتَآ أَفۡنَانٖ ٤٨ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٤٩

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahmân: 47–49)

Pohon-pohon surga itu sangat hijau.

Allah berfirman,

وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتَانِ. فَبِأَيِّ ءَالَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ. مُدْهَامَّتَانِ

“Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.” (QS. Ar-Rahmân: 62–64)

Surga tidaklah digambarkan sebagai hujau tua warnanya, kecuali apabila pohon-pohonnya berwarna cenderung kehitaman karena begitu hijaunya dan karena pohon yang tumpang tindih (sangat lebat).

Adapun buah dari pohon-pohon tersebut adalah dekat, rendah, dan menunduk sehingga bisa diraih oleh para penduduk surga dengan sangat mudah.

Alah berfirman,

مُتَّكِئِيْنِ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنِ اسْتَبْرَقٍ. وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ

Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutra tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.” (QS. Ar-Rahmân: 54)

Firman-Nya:

وَذُلِّلَتْ قُطُوْفُهَا تَذْلِيْلًا

“Dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.” (QS. Al-Insân: 14)

Adapun naungan surga maka sebagaimana firman Allah:

وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيْلًا

Dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.” (QS. An-Nisâ`: 57)

Firman-Nya:

وَظِلٍّ مَّمْدُوْدٍ

“Dan naungan yang terbentang luas.”(QS. Al-Wâqi’ah: 30)

BACA JUGA: Amalkan Ini, Niscaya Allah Akan Bangunkan untukmu Rumah di Surga

Dia berfirman,

إِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِى ظِلَالٍ وُّعُيُوْنِ

“Sesungguhnya, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air.” (QS. Al-Mursalât: 41)

 

Wallahu a’lam bihsawab. []

 

Sumber: Surga dan Neraka | Karya: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline