Unik, Informatif , Inspiratif

Gamophobia, Takut Nikah

0

Bagi umat Islam, pernikahan adalah hal penting dalam segi kehidupan. Karena pernikahan memiliki makna berharga dalam garis vertikal, yaitu mengikuti tuntunan Tuhannya. Pernikahan juga menuntun manusia pada garis horizontal sebagai warga negara, atau bagian dari masyarakat sosial.

Dibalik iming-iming keindahan, kebahagian, dan nilai pahala yang besar di dalamnya, masih banyak orang yang takut menikah. Bahkan menjadikan pernikahan menjadi momok menakutkan bagi dirinya.

Kondisi di atas disebut sebagai Gamophobia. Seperti yang dilansir dari salah satu blog Daily Slice of me. Dalam keadaan normal, setiap orang mampu untuk mengendalikan rasa takut. Namun fobia merupakan rasa takut atau khawatir yang susah untuk ditoleransi.

Fobia akan berakhir pada fiksasi. Fiksasi adalah kondisi dimana mental seseorang sudah terkunci dan susah mengendalikan perasaannya.

BACA JUGA: Tentang Pernikahan

Sindrom Gamophobia, merupakan kondisi perasaan seseorang takut akan adanya pernikahan.

Gamophobia berasal dari bahasa Yunani, Gamo secara bahasa berarti pernikahan. Gamophobia adalah rasa takut untuk menikah. Menikah selain membawa kebahagiaan juga sepaket dengan komitmen. Lawan dari ‘gamophobia’ adalah ‘anuptophobia’ yaitu takut menjadi jomblo atau hidup menjomblo.

Perlu diketahui beberapa yang memiliki Gamophobia sebenarnya ingin menikah, hanya saja rasa takut mereka mencegah untuk mewujudkan keinginan mereka. Bahkan keinginan mereka seringkali menjadi pemicu rasa takut dalam diri mereka sendiri.

BACA JUGA: Disebut Jangan Lama ‘Jomblo’ oleh Djarot, Ini Jawaban Gubernur Anies Baswedan

Pada umumnya Gamophobia terjadi karena melihat efek negatif dari pemikiran.

Gamophobia disebabkan oleh rasa takut karena melihat beberapa pengalaman buruk yang dialami oleh sebuah pasangan dalam keluarga. Seperti perkelahian, konflik, kekerasan dalam rumah tangga hingga perceraian.

Sindrom Gamophobia bisa dicegah atau diminimalisir dengan selalu berpikir positif dan melihat sisi kebahagiaan pernikahan atau dengan terapi atau konseling. Bimbingan konseling akan mengarahkan pemahaman Anda menjadi positif sehingga mencegah pemicu rasa takut, termasuk dalam hal pernikahan. []

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline