Unik, Informatif , Inspiratif

Gampang Ngos-ngosan? Jangan Abaikan!

0

Ngos-ngosan selepas beraktivitas berat, itu masih wajar. Namun, apakah masih wajar jika baru beraktivitas sedikit saja, atau bahkan cuma mengobrol pun Anda sudah ngos-ngosan? Hati-hati lho! Mudah terengah-engah bisa jadi salah satu tanda hipertensi paru yang utama.

Apa itu penyakit hipertensi paru? Bahaya atau tidak? Berikut kami kutip penjelasan lengkapnya dari Hellosehat, menurut pakar hipertensi paru dan penyakit jantung, dr. Lucia Kris Dinarti, Sp.PD, Sp.JP.

Apa bedanya hipertensi paru dengan hipertensi biasa?

Penyakit hipertensi paru alias hipertensi pulmonal berbeda dengan kondisi hipertensi biasa alias hipertensi sistemik. Nah, seorang spesialis jantung dan ahli hipertensi paru dari Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta, dr. Lucia Kris Dinarti, Sp.PD, Sp.JP. angkat bicara soal perbedaan keduanya.

BACA JUGA: Daging Kambing Sebabkan Hipertensi?

Menurut dr. Lucia Kris, hipertensi sistemik terjadi ketika angka tekanan darah pada tensimeter naik melebihi batas normal. Kondisi tersebut lebih banyak berkaitan pada jantung kiri.

“Nah, hipertensi paru terjadinya pada jantung kanan. Jadi ada peningkatan tekanan di pembuluh darah paru yang melebihi 25 mmHg. Inilah hipertensi paru,” papar dr. Lucia Kris ketika ditemui di Hotel Raffles Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (24/9).

Apa saja gejala dan tanda hipertensi paru?

Secara umum, gejala dan tanda hipertensi biasa dengan hipertensi baru itu berbeda. Gejala hipertensi paru lebih banyak mengarah pada masalah pernapasan.

Seperti yang dijelaskan oleh dr. Lucia Kris, berikut adalah berbagai gejala dan tanda hipertensi paru yang perlu diwaspadai:

– Mengalami sesak napas yang tidak jelas penyebabnya

– Ketika beraktivitas mudah ngos-ngosan atau terengah-engah

– Gangguan irama jantung

– Mudah lelah

Lebih jauh lagi, dr. Lucia Kris memaparkan bahwa pada anak-anak, tanda hipertensi paru adalah:

– Batuk berulang

– Pertumbuhan terhambat (lebih lambat daripada anak-anak seusianya)

“Tidak mudah untuk mendeteksi tanda hipertensi paru, karena gejala-gejalanya memang tidak khas dan mirip dengan penyakit lain. Bahkan anak-anak sering salah didiagnosis dengan penyakit TBC. Padahal, sebetulnya bisa jadi hipertensi paru,” ungkap dr. Lucia Kris yang juga menjalin kerja sama erat dengan Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI).

Karena sulit dideteksi, banyak orang yang tidak segera mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Seperti yang dijelaskan oleh dr. Lucia Kris, akhirnya kebanyakan pasien baru periksa ke dokter ketika kondisinya sudah parah atau bahkan sudah terlambat ditangani.

BACA JUGA: Wah, Makanan Enak Ini Ternyata Bisa Atasi Hipertensi

“Terlambat ditangani itu biasanya ketika sudah terjadi pembesaran jantung kanan atau aliran pembuluh darahnya jadi terbalik, yaitu dari jantung kanan ke kiri.”

Sering ngos-ngosan, haruskah periksa ke dokter?

Pada akhirnya, dr. Lucia Kris menyarankan siapa pun yang merasakan berbagai tanda hipertensi paru seperti cepat ngos-ngosan saat beraktivitas dan sering mengalami sesak napas yang tidak jelas penyebabnya untuk segera periksa ke dokter. Apalagi kalau semakin lama keluhan ini terus bertambah parah.

Dokter akan memeriksa irama detak jantung Anda dengan stetoskop, memeriksa kondisi jantung dengan prosedur rekam jantung, atau melakukan rontgen paru. Bila Anda dicurigai memiliki hipertensi paru, Anda mungkin diminta untuk menjalani katerisasi jantung kanan.

Pasalnya, bila hipertensi paru tidak segera dikenali dan ditangani, penyakit ini bisa mengancam nyawa. Selain itu, penyakit ini tentu akan menganggu aktivitas Anda sehari-hari karena Anda jadi mudah lelah dan terengah-engah.

Apakah Anda termasuk salah satu orang yang mengalami tanda-tanda itu? Bila iya, segera periksakan ke dokter. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.