Unik, Informatif , Inspiratif

Gantikan Dahnil, Ini Sosok Ketum Baru PP Muhammadiyah

0 347

Forum Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-XVII di Yogyakarta telah memutuskan Sunanto sebagai Ketua PP Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022.

Orang yang kerap disapa Cak Nanto itu terpilih sebagai Ketua menggantikan Dahnil Anzar dengan memperoleh 590 suara di Forum Mukhtamar.

BACA JUGA: Dahnil Anzar Minta Identitas Pelapor Kasus Dana Kemah Segera Diungkap

Sunanto atau yang akrab disapa Cak Nanto ini bukanlah aktivis baru di kalangan Pemuda Muhammadiyah. Sejak kecil, pria kelahiran Sumenep ini memang tumbuh dan dibesarkan di Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Sumenep.

Sunanto kemudian menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Sobron, Jawa Tengah. Ia juga tumbuh dan berkembang dari proses pengkaderan Muhammadiyah. Ia juga berjuang dan memupuk kapasitas dirinya dengan aktif bergiat di organisasi otonom Muhammadiyah, IPM, IMM, dan Pemuda Muhammadiyah.

Sebelum terpilih menjadi ketua umum, Cak Nanto merupakan Ketua Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga Pemuda Muhammadiyah. Dia juga aktif di Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) bahkan menjadi Koordinator Nasional JPPR.

Berkaitan dengan pemilu ini, Cak Nanto tidak ingin mengorbankan proses yang panjang tersebut dengan suatu gerakan dukung mendukung. Ia ingin tetap menjaga khittah dan marwah Persyarikatan Muhammadiyah.

Kendati demikian ia juga tidak akan mengesampingkan politik. Ia justru akan menjadikan politik sebagai ruang untuk kebajikan. “Kita perlu mengisi ruang politik dengan keadaban dan kebajikan, jangan pernah berpangku tangan dan menunggu untuk berkemajuan,” kata Cak Nanto dalam siaran pers pada Kamis (29/11/2018).

Pernyataannya ini juga senada dengan amanah Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir. Haedar menegaskan agar di tahun politik seperti ini seluruh kader Muhammadiyah dapat terus menjaga khittah Perserikatan Muhammadiyah.

BACA JUGA: Terkait Viralnya Kutipan Ahmad Dahlan ‘Pemimpin dan Bencana’, Ini Penjelasan Muhammadiyah

“Harus menjaga kedekatan yang sama dengan semua partai politik dan calon presiden. Muhammadiyah adalah gerakan Islam, dakwah dan kultural. Tidak boleh menyeretnya kepada kepentingan politik pragmatis. Individu-Individu silakan, itu pilihan, tapi jangan bawa-bawa nama besar Muhammadiyah,” ujar Cak Nanto.

Setelah menjadi Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, ia juga berkomitmen untuk semakin memperkokoh gerakan Pemuda Muhammadiyah di bawah tenda besar tauhid, ilmu, dan amal. Karena bagi Cak Nanto, Pemuda Muhammadiyah akan terus bergerak untuk memajukan bangsa.

“Kemajuan dalam komitmen saya juga terletak pada kemajuan dan kesuksesan dalam berkepribadian,” ungkapnya. []

SUMBER: REPUBLIKA

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline