Gara-gara Batal Berangkat Umrah, Calon Jemaah Stres Hingga Sakit Jantung

0 45

PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel dilaporkan puluhan jemaah ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan perjalanan umrah.

Salah satu pengguna jasa First Travel, Eti (51), warga asal Bekasi, memilih First Travel atas rekomendasi dari kakaknya yang sudah pernah berangkat umrah melalui agen ini. Eti akhirnya percaya dan membayar, untuk paket umrah, senilai Rp 16,8 juta.

Selama satu tahun, dana itu harus ditahan dulu.

“Jadi dana ini diendapkan dulu selama setahun. Baru kita bisa jalan,” kata Eti.

Usai menahan dana umrah selama setahun, Pada 15 Mei 2017, Eti mendapatkan jadwal keberangkatan bersama sang suami dan ibu mertua. Namun, keberangkatan mereka dibatalkan tanpa alasan yang jelas sehari sebelum jadwal keberangkatan.

Kata Eti, karena pembatalan tersebut, sang ibu mertua terkena sakit jantung.

“Ibu mertua langsung sakit dan dibawa ke rumah sakit karena pembatalan tersebut,” kata Eti, seperti dilansir tribunnews.com.

Eti meminta ganti rugi dan berharap uangnya kembali setelah mengetahui ada permasalahan di First Travel.

Eti pun mendatangi kantor First Travel pada tanggal 26 Mei, ia diberi penjelasan bahwa uangnya akan dikembalikan selama 90 hari.

“Tapi sampai saat ini belum,” ucap Eti.

Sementara itu, jemaah lainnya bernama Aisyah (53) mengatakan, ia mendaftarkan ibadah umrah di First Travel pada Maret 2016. Ia pun dijanjikan akan diberangkatkan umrah pada Mei 2017.

“Tapi kenyataannya selalu diundur. Bilang tanggal 6 Juni, lalu diundur lagi tanggal 9 Juni. Lalu dijanjikan lagi Oktober 2017,” kata warga asal Cilandak ini.

Tak hanya ditunda keberangkatannya, ia mengatakan, dirinya yang membawa 13 orang jemaah ini pernah diminta uang kembali agar proses keberangkatan bisa dipercepat.

Aisyah mengalami stres karena merasa bertanggung jawab atas 13 jemaah yang ia bawa.

“Mereka tidak desak tapi saya ada beban pikiran karena jemaah yang saya bawa belum berangkat,” ucapnya.

Ia pun mengaku rela menjual tanah untuk memberangkatkan para jemaah yang ada dibawanya. Kecurigaan ada yang tidak beres dari agen First Travel ini sebenarnya ia akui terjadi pada Februari 2017.

Saat itu, ia mendapati dalam akun facebook First Travel selalu menawarkan segala macam promo.

“Lalu saya komentar ‘jangan adakan promo tapi berangkatin jemaah yang belum’. Lalu sama bu Annisa (istri pemilik First Travel) saya dihubungi secara pribadi ‘dia bilang kalau ada masalah dibicarakan’. Lalu sejak itu Facebook saya di blokir sampai saat ini,” katanya.

Subur Nyoto Rahardjo (67), yang juga salah seorang jemaah, mengatakan bahwa ia mengikuti agen First Travel dari saudara yang pada 2015 lalu, sudah pernah diberangkatkan umrah.

Ia pun melakukan metode secara bertahap untuk membayar biaya umrah di First Travel.

“Saya pakai tarif promo. 10 Agustus 2015 bayar Rp 5 juta. Pelunasan 14 Januari 2016 Rp 9,3 juta. Jadi total Rp 14,3 Juta. Dijanjikan berangkat Januari 2017,” kata pensiunan PLN Pusat tersebut.

Subur menagih mengenai keberangkatan kepada pihak First Travel, akan tetapi dari pihak First Travel dijanjikan berangkat bulan Juni 2017 dengan biaya tambahan sebesar Rp 2,5 juta yang dibayarkan bulan April 2017.

“Tapi tetap saja tidak diberangkatkan. Alasannya visa tidak keluar,” kata Subur.

Dia pun mengaku sudah 25 kali mendatangi kantor First Travel untuk menagih keberangkatan. Setelah ramai diberitakan media, barulah Subur merasa telah menjadi korban penipuan. []

(Visited 34 times, 13 visits today)
loading...
loading...

You might also like More from author

Comments

Loading...