Gegerkan Warga, Bayi Bermata Satu Tanpa Hidung Lahir di Sumut

0

Warga di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, baru-baru ini digegerkan dengan kelahiran bayi perempuan bermata satu yang tak memiliki hidung. Bayi tersebut diketahui merupakan anak kelima dari Suriyanti, warga Kelurahan Kayujati Kecamatan Panyabungan, yang dilahirkan di RSUD Panyabungan sekitar pukul 15.25 WIB, Kamis (13/9/18).

Selain dokter dan perawat, pihak keluarga tidak mengizinkan orang lain untuk melihat kondisi anaknya.

Namun, menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina, Dr.Syarifuddin, bayi tersebut memiliki berat 2,4 kg.

BACA JUGA: Lahiran kembar Tiga, Bayi di Karawang Diberi Nama Maskot Asian Games 2018

Ia pun menyampaikan, kelahiran bayi seperti ini tergolong langka dan merupakan kasus ke-7 di seluruh dunia.

Syarifuddin belum bisa memastikan penyebab bayi lahir dengan kondisi tesebut.

“Jika dikaitkan dengan pekerjaan ayah sang bayi sebagai penambang, ataupun juga karena virus rubella, kita masih kesulitan mendapat informasi karena keluarganya masih tertutup,” kata Syarifuddin.

Dari cerita Iswadi (40), tetangga dari sang bayi malang itu menjelaskan, bahwa ayah sang bayi, Tatang Triyanto, merupakan penambang emas di daerah Huta Bargot. Daerah itu juga dikenal sebagai Tano Sere atau Tanah Emas.

“Setahu saya Tatang dan keluarganya yang datang dari pulau Jawa dan ia bekerja di tambang emas masyarakat di Huta Bargot,” kata Iswadi kepada Okezone, saat ditemui di lingkungan RSUD Panyabungan.

Warga pun merasa khawatir bahwa kelahiran bayi dengan keadaan cacat tersebut imbas dari cairan merkuri yang biasa digunakan untuk menambang emas.

“Dugaan kita kejadian seperti ini adalah dampak dari penggunaan cairan kimia di pertambangan sana, ini yang kita takutkan dan harus kita waspadai sejak dahulu,” tambah Iswadi yang merupakan tokoh masyarakat di Panyabungan.

Menurut Iswadi, sejak adanya tambang emas yang menggunakan cairan berbahaya itu, kelahiran bayi dengan rupa cacat seakan menjadi rahasia umum.

Bahkan, berbagai penyakit berbahaya pun sering dialami warga sekitar.

“Seperti yang dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Madina tadi, jangan-jangan ini dampak dari merkuri itu, tapi beliau juga tidak bisa memastikan secara positif karena bukan bidang dia,” sebutnya.

BACA JUGA: Di Afrika Kini Ada Teknologi untuk Cegah Kematian Bayi Baru Lahir

“Kita hanya bisa berandai-andai tapi ini semua kita serahkan kepada Sang Pencipta alama semesta, dan ini kita anggap saja debagai teguran yang sangat besar bagi kita semua umat manusia ini,” tandasnya. []

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline