Gelar dari Rasulullah kepada Bin Jarrah atau Bin Khattab

Abu Ubaidah bin Jarrah, atau mungkin ada yang lebih tahu dengan namanya Amir bin Abdillah bin Jarrah AL-fihry AL-Quraisy. Ia merupakan satu dari sepuluh sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga.

Dari Abdurrahman bin Auf, dia berkaa, Rasulullah SAW bersabda:

“Abu Bakar di Surga, Umar di surga, Ali di surga, Thalhah (thalhah bin Abdullah) di surga, Az-Zubair (Zubair bin Awwam) di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa’ad (Sa’ad bin Abi Waqqas) di surga, Sa’id (Sa’id bin Zaid) di surga, dan Abu Ubaidillah (bin Jarrah) di surga.” (H.R At-Tirmidzi)

Pun Ibnu Umar pernah bercerita tentang sifat orang-orang yang mulia, “Ada tiga orang Quraisy yang sangat cemerlang wajahnya, tinggi akhlaknya dan sangat pemalu. Bila bicara, mereka tidak pernah dusta. Dan apabila orang berbicara, mereka tidak cepat-cepat mendustakan. Mereka itu ialah Abu Bakar Shiddiq, Utsman bin Affan dan Abu Ubaidah bin Jarrah.”

Rasulullah pernah menelahnya dengan ‘Orang kuat yang terpercaya’, yang memang menurut sejarah ia kerap diberikan kepercayaan oleh Rasul hingga zaman pemerintahan para sahabat. Dan kuat, yang paling mengesankan saat di perang Badar, ia tak segan menebas kepala musuh yang beringas mengejar, yakni ayahnya Al-Jarrah.

‘Orang kuat dan terpercaya’

Salah satu gelar kepercayaan Rasulullah kepada Abu Ubaidah, ketika suatu hari para utusan kaum Nasrani menghadap Rasulullah, mereka berkata, “Ya Aba Qasim (Rasulullah), kirimlah kepada kami seorang sahabatmu yang pintar menjadi hakim tentang harta yang menyebabkan adanya perselisihan sesama kami. Kami senang menerima putusan yang ditetapkan kaum Muslimin.”

Rasulullah menjawab, “Datanglah nanti sore, saya akan mengirimkan bersama kalian ‘orang kuat yang terpercaya.”

Umar bin Khattab menuturkan, “Saya melaksanakan shalat Zhuhur lebih cepat dari biasa. Saya ingin tugas itu tidak diserahkan kepada ornag lain, karena saya ingin mendapat gelar ‘Orang kuat yang terpercaya'”

Zhuhur pun usai, Rasulullah menengok ke kanan dan kiri. Umar agak menonjolkan diri agar Rasulullah melihatnya. Tapi beliau tidak menunjuk Umar. Ketika melihat Abu Ubaidah bin Jarrah, beliau memanggil dan berkata, “Pergilah kamu bersama mereka (orang Nasrani). Adili dengan baik perkara yang mereka perselisihkan.” []

Referensi: Hepi Andi Bastoni, 101 Sahabat Nabi dan Rafizam Mohamed, Kaya Dunia Akhirat


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *