Unik, Informatif , Inspiratif

Gunung Purba dan Mega Tsunami

0

Sejumlah peneliti mengaku menemukan jejak tsunami setinggi 50 meter yang dipicu aktivitas Gunung Etna di Italia — yang 6 mil persegi batuannya runtuh -. Tsunami ini terjadi sekitar 8.000 tahun lalu.

Melihat dari ketinggian gelombang Tsunami, maka meski menyebabkan kehancuran dan merenggut nyawa banyak manusia, tsunami di Aceh 2004 yang menewaskan sekitar 230 ribu orang dan gelombang gergasi yang menerjang Jepang pada 2011 tak masuk kategori ‘mega-tsunami’. Selain itu penyebab tsunami Aceh dan Jepang Penyebabnya pun gempa bawah laut, bukan vulkanik.

BACA JUGA: Kolapsnya Gunung Ini Picu Tsunami 243 Meter

Pada peristiwa bencana megatsunami Teluk Lituya terjadi pada 9 Juli 1958. Kala itu, gempa bumi berkekuatan 8,3 skala Richter memicu tanah longsor yang menyebabkan 30 juta meter kubik batu dan es dari tebing tinggi, menjatuhkan ke perairan.

Setelah itu gelombang setinggi 524 meter terbentuk.

Dengan kekuatan seperti itu tak aneh jutaan pohon tumbang dan tersapu oleh bah. Itu adalah gelombang tertinggi yang pernah dikenal manusia. Bencana itu menewaskan 5 orang. Wilayah terdampak terpencil dari area yang ramai dihuni manusia.

Pada 2011, para ilmuwan Prancis juga menelaah tentang kolapsnya gunung Fogo, menyebut bahwa peristiwa tersebut terjadi 124 ribu hingga 65 ribu tahun lalu. Namun studi itu juga menyebut, itu tak hanya sekali terjadi. Mereka memperkirakan, gelombang yang dipicu ‘hanya’ sekitar 45 kaki atau 13 meter.

Pada tahun 2015, ada temuan baru yang memperkirakan, tsunami 800 kaki atau 243 meter akibat Gunung Fogo yang kolaps disebabkan batuan seluas 160 kilometer kubik yang dijatuhkan sekaligus.

Petunjuk dari Batu yang Salah Tempat

Penelitian Ricardo Ramalho dan timnya dilakukan di Pulau Santiago, yang terletak 55 kilometer dari Fogo. Di sana mereka menemukan jejak terjangan gelombang berupa sejumlah bongkahan batu raksasa (giant boulder). Ada yang sebesar truk van, lainnya berbobot mencapai 770 ton.

BACA JUGA: BMKG Nyatakan Pendeteksi Tsunami Selat Sunda Hilang, Polri Bakal Investigasi

Dari pengamatan dilaporkan bahwa batu itu tak mirip dengan struktur geologi di sekitarnya. Namun, cocok dengan batuan dasar laut di sekitar garis pantai. Padahal mereka berada di lokasi setinggi 650 kaki atau 198 meter dari permukaan laut. Bagaimana bisa terbawa ke atas?

Satu-satunya penjelasan realistis soal fenomena itu adalah: gelombang raksasa merobek batuan itu dari garis pantai dan mengangkatnya.

Berdasarkan ukuran dan berat batuan, para ilmuwan mencoba mengkalkulasikan energi yang dibutuhkan untuk membawa batuan tersebut dari dasar laut dan memprediksi ketinggian gelombang.

Ramalho dan ahli geokimia Gisela Winckler lalu mengukur isotop dari elemen helium yang tertanam dekat permukaan batuan raksasa — isotop tersebut berubah tergantung pada berapa lama batu tergeletak di tempat terbuka, terpapar sinar kosmik.

Hasil analisis merujuk pada waktu sekitar 73 ribu tahun lalu. Lebih awal dari perkiraan tim peneliti dari Prancis.

ada tahun 2015, ada temuan baru yang memperkirakan, tsunami 800 kaki atau 243 meter akibat Gunung Fogo yang kolaps disebabkan batuan seluas 160 kilometer kubik yang dijatuhkan sekaligus.

BACA JUGA: Sebab Dicuri, Pendeteksi Tsunami Tak Jalan Sejak 2012

Berdasarkan pemahamannya, McGuire mengatakan bahwa mega tsunami seperti itu mungkin terjadi sekali setiap 10 ribu tahun. “Menunjukkan adanya potensi bahaya nyata dan serius yang dimiliki cekungan laut yang menjadi rumah gunung berapi aktif,” kata dia.

Meski terdengar mengerikan, Ricardo Ramalho buru-buru menggarisbawahi, hasil temuan mereka bukanlah ‘pertanda’ bahwa kejadian serupa akan terjadi dalam waktu dekat di sekitar Gunung Fogo atau di lokasi lainnya.[]

SUMBER: LIPUTAN6


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.