Unik, Informatif , Inspiratif

Gunung Semeru Bertopi, Berhelm dan Berhijab, Fenomena Apa?

0

“Gunung Semeru saat bertopi, berhelm & berhijab di puncaknya,” cuit Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu di akun Twitter-nya, Selasa (11/12/2018).

Fenomena alam yang tak hanya indah, lapisan awan di puncak-puncak gunung itu melahirkan banyak purbasangka dan spekulasi.

BACA JUGA: 3 Sebab Suhu Dingin dan Embun Es Melanda Indonesia

Sutopo menyebutkan maksud topi itu adalah sebuah awan yang menutupi puncak Gunung Semeru dalam foto-foto yang diambilnya pada 10 Desember 2018 itu.

Untuk kasus topinya Gunung Semeru, Sutopo menjelaskan bahwa hal ini, adalah fenomena alam yang tidak ada kaitan dengan mistis, politik, pemilu mendatang, atau tanda bencana.

“Semua karena keagungan Sang Ilahi,” cuit Sutopo.

Ia menjelaskan, awan tersebut adalah awan altocumulus lenticularis. Mengutip Science Alert, awan tersebut memiliki bentuk mirip dengan lensa dan merupakan awan stasioner yang terbentuk di ketinggian, biasanya dekat gunung yang tinggi.

Jadi, ketika udara lembab yang stabil melewati puncak gunung atau pegunungan, terkadang terbentuk gelombang awan berdiri di sisi melawan arah angin. Dari tengah-tengah gelombang awan ini lah terbentuk awan altocumulus lenticularis.

BACA JUGA: Quran Sebutkan Gunung Pelangi, Apakah Nabi Pernah ke Cina?

Awan altocumulus lenticularis bisa muncul dalam bentuk berbeda, tergantung kondisi atmosfer. Awan ini bisa tampak lebar dan agak mendatar seperti dalam foto-foto di akun Twitter Sutopo atau berbentuk agak berisi dan padat mirip UFO.

Uniknya lagi, awan altocumulus lenticularis bisa terbentuk saling menumpuk satu sama lain, menciptakan formasi awan vertikal.

Di akhir cuitannya Sutopo merekomendasikan, “Bagi yang mau nikah, gunakan fenomena alam ini buat foto pre wedding. Sungguh memesona! Cintamu akan terus terayomi meski ada turbulensi di hatimu.”  []

SUMBER: KUMPARAN


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.