Foto: Inapex

H-1 Lebaran, Jumlah Kecelakaan Turun 25 Persen dari Tahun Kemarin

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat hingga H-1 Lebaran terjadi penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas sebesar 25 persen dibandingkan tahun lalu.

Jumlah tersebut berbanding lurus dengan volume kendaraan roda dua atau motor yang turun cukup signifikan yakni sebesar 47 persen.

BACA JUGA: Ini Fiqih Mudik

Data yang tercatat mulai dari H-8 hingga H-2 masa Angkutan Lebaran 2018 menyebutkan, tahun ini terdapat 899 kejadian kecelakaan lalu lintas hingga H-2, lebih sedikit jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2017 dimana terdapat 1.212 kejadian kecelakaan.

“Saya pikir ini karena imbauan kita kepada masyarakat, untuk tidak menggunakan motor. Karena bahaya sekali. Kalau jumlah motornya turun, kecelakaan lalu lintas juga turun,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Posko Mudik Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (14/6) lansir Republika.

Menurut Budi, pengurangan jumlah kendaraan bermotor juga disebabkan oleh maksimalnya penyediaan fasilitas kendaraan umum lainnya seperti bus, kereta api dan kapal laut.

Sedangkan dari pantauan penggunaan jalan non tol, pengguna kendaraan pribadi roda empat mengalami penurunan sebesar 33 persen.

Sementara itu, tidak hanya data jumlah kecelakaan yang menurun, akumulasi jumlah pemudik dari Jakarta yang menggunakan kendaraan pribadi dan melalui tol Cikarang Utama, Cikupa, Ciawi, Cipularang- Cileunyi, dan Palimanan hingga H-2 ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017 silam.

Penurunan jumlah kendaraan terbesar terpantau terjadi di Gerbang Tol Cikupa dari Jakarta ke arah Merak yaitu sebesar 16,59 persen (pada 2017 tercatat 322.157 menjadi 268.719 pada 2018). Sementara tol Cipularang-Cileunyi arah Cileunyi terpantau turun sebanyak 13,53 persen (dari 262.626 menjadi 227.092), Jakarta ke arah Cikampek pada Gerbang Tol Cikarang Utama mengalami penurunan 9,19 persen (dari 681.759 menjadi 619.129), Gerbang Tol Ciawi dari Jakarta ke arah Bogor turun 6,40 persen (dari 207.128 menjadi 193.863), serta ke arah Palimanan turun 0,20 persen (dari 333.177 menjadi 332.517).

“Penurunan arus kendaraan mudik menggunakan kendaraan pribadi ini karena adanya perpanjangan waktu cuti bersama sehingga pemudik dapat memilih waktu perjalanan,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi.

Informasi data non tol tersebut berasal dari Traffic Counting yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di beberapa titik yaitu Merak, Rancaekek, Sadang, dan Balonggandu. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *