Foto: MomJunction

Hai Orangtua, Jangan Langsung Bantu Masalah Anakmu!

Saking sayangnya kita kepada anak, maka ketika ia hanya punya masalah sepele kita langsung membantunya, bahkan yang terparah adalah memanjakannya. Tapi, sebaiknya yang ada biarlah mereka atasi sendiri selama masih dalam batas kemampuannya.

Contoh, ketika anak kesulitan mengancingkan baju, orangtua langsung membantu mengancingkannya.

BACA JUGA: Jangan Meneriaki Anak, Ini Akibatnya

Ketika anak kesulitan mengikat tali sepatu, orangtua yang mengikatkan, ketika anak bermusuhan dengan tetangga yang sepantaran dengannya, orangtua langsung datang mengadukan ke orangtua tetangga.

Anak selalu dilayani, makan tinggal makan, tidak pernah diminta untuk mencuci sendiri piring bekas pakainya, tidak pernah diajarkan untuk merapikan kembali mainannya di tempat yang seharusnya. Anak hidup tanpa ‘masalah’, padahal itulah masalah paling berbahaya.

Sadarkah bahwa dalam hidup ini, masalah merupakan hal penting yang bisa membuat seseorang bertumbuh jadi dewasa?

Perhatikanlah anak-anak yang selalu dibantu masalahnya oleh orangtuanya! Ketika akhirnya anak-anak ini tumbuh menjadi remaja dan dewasa, badannya saja yang makin besar, tapi sifatnya masih kanak-kanak, seperti egois, manja, cengeng, atau sifat kekanakan lainnya.

Maukah kita kalau suatu hari anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi seperti ini yang tidak tahu apa-apa, tidak mengerti apa-apa, naif, bahkan tidak mampu hidup tanpa orangtuanya?

BACA JUGA: Sains: Orangtua Bisa Kontrol Kata Pertama yang Diucapkan Bayi

Mumpung masih kecil. Ajarkan anak keterampilan untuk mengatasi masalahnya sendiri, orangtua cukup ajarkan caranya, jangan bantu anak terus-menerus.

Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi sosok dewasa yang siap menghadapi masalah hidup dengan keberanian dan ketangguhan. []

SUMBER: UMMI ONLINE


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Jangan Pasang Stiker ‘Happy Family’ di Mobil Pribadi, Ini Bahayanya

para pelaku kejahatan jadi bisa mengetahui, kapan waktu sang anak sendirian di rumah tanpa ditemani ayah dan bundanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *