, Hal-hal Ini Dapat Membatalkan Tayammum
Unik, Informatif , Inspiratif

Hal-hal Ini Dapat Membatalkan Tayammum

0

 

Tidak berbeda dengan wudhu’, tayammum juga bisa batal apabila seseorang melakukan sesuatu yang membuatnya batal. Hal-hal yang dapat membuat batal tayammum adalah:

1. Semua yang membatalkan wudhu’

Semua yang dapat membatalkan wudhu’ sudah tentu membatalkan tayammum. Sebab, tayammum adalah sebagai penggati wudhu’ ketika krisis air. Maka segala sesuatu yang membatalkan wudhu’ secara otomatis juga membatalkan tayammum.

Hal-hal yang dapat membatalkan wudhu’:

a. Keluarnya sesuatu lewat kemaluan

Yang dimaksud kemaluan itu termasuk bagian depan dan belakang. Dan yang keluar itu bisa apa saja termasuk benda cair seperti kencing mani wadi mazi atau apapun yang cair. Juga berupa benda padat seperti kotoran batu ginjal cacing atau lainnya.

b. Tidur

Tidur yang bukan dalam posisi tetap (tamakkun) di atas bumi. Tidur yang dimaksud adalah hilangnya kesadaran seseorang ketika tidur. Termasuk juga tidur dengan berbaring atau bersandar ke dinding.

Sedangkan tidur sambil duduk yang tidak bersandar kecuali pada tubuhnya sendiri tidak termasuk yang membatalkan wudhu’.

c. Hilang akal

Sakit atau mabuk yang dapat menghilangkan akal dapat membatalkan wudhu’. Seorang yang minum khamar dan hilang akalnya karena mabuk, maka wudhu’nya batal. Tidak hanya itu, orang yang pingsan atau tidak sadarkan diri juga batal wudhu’nya.

d. Menyentuh kemaluan

Menyentuh kemaluan membatalkan wudhu dan otomatis juga membatalkan tayammum. Namun para ulama mengecualikan bila menyentuh kemaluan dengan bagian luar dari telapak tangan dimana hal itu tidak membatalkan wudhu’.

e. Menyentuh kulit lawan jenis

Menyentuh kulit lawan jenis yang bukan mahram (mazhab As-Syafi’iyah) termasuk hal yang membatalkan wudhu.
Di dalam mazhab Asy-Syafi’iyah menyentuh kulit lawan jenis yang bukan mahram termasuk yang membatalkan wudhu’. Namun hal ini memang sebuah bentuk khilaf di antara para ulama. Sebagian mereka tidak memandang demikian.

2. Ditemukannya air

Jika ditemukan air, maka tayammum secara otomatis menjadi gugur. Yang harus dilakukan adalah berwudhu dengan air yang ditemukannya.

Yang jadi masalah bila seseorang bertayammum lalu shalat dan telah selesai dari shalatnya tiba-tiba dia mendapatkan air dan waktu shalat masih ada. Apa yang harus dilakukannya ?
Para ulama mengatakan bahwa tayammum dan shalatnya itu sudah sah dan tidak perlu untuk mengulangi shalat yang telah dilaksanakan. Sebab tayammumnya pada saat itu memang benar lantaran memang saat itu dia tidak menemukan air. Sehingga bertayammumnya sah. Dan shalatnya pun sah karena dengan bersuci tayammum. Apapun bahwa setelah itu dia menemukan air kewajibannya untuk shalat sudah gugur.

Namun bila dia tetap ingin mengulangi shalatnya dibenarkan juga. Sebab tidak ada larangan untuk melakukannya. Dan kedua kasus itu pernah terjadi bersamaan pada masa Rasulullah SAW.

Dari Abi Said Al-Khudhri radhiyallahuanhu berkata bahwa ada dua orang bepergian dan mendapatkan waktu shalat tapi tidak mendapatkan air. Maka keduanya bertayammum dengan tanah yang suci dan shalat. Selesai shalat keduanya menemukan air. Maka seorang diantaranya berwudhu dan mengulangi shalat sedangkan yang satunya tidak. Kemudian keduanya datang kepada Rasulullah SAW dan menceritakan masalah mereka. Maka Rasulullah SAW berkata kepada yang tidak mengulangi shalat”Kamu sudah sesuai dengan sunnah dan shalatmu telah memberimu pahala”. Dan kepada yang mengulangi shalat”Untukmu dua pahala”. (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i)

3. Hilangnya penghalang

Bila halangan untuk mendapatkan air sudah tidak ada maka batallah tayammum. Misalnya ketika sedang shalat yang bersucinya dengan tayammum, tiba-tiba ditemukan cara untuk mendapatkan air dari dalam sumur. Maka shalat yang sedang dikerjakan batal dengan sendirinya.
Penghalang yang di atas sudah kita bicarakan, seperti takut hilangnya barang-barang kalau harus pergi jauh mencari air, atau resiko terancam binatang buas, atau adanya ancaman musuh, memang semua itu bisa dijadikan syarat dibolehkannya tayammum.

Akan tetapi ketika penghalang-penghalang itu sudah tidak lagi ada, secara otomatis tayammum tidak lagi diperkenankan. Yang harus dikerjakan saat itu adalah berwudhu dengan air yang sudah bisa didapat, lalu kembali melakukan shalat kembali, asalkan waktu shalatnya masih ada.

Itu tadi penjelasan tentang hal-hal yang dapat membuat batalnya Tayammum. Semoga bermanfaat. Amiin insya Allah. []

SUMBER: rumahfiqih.com


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.