foto: Arrahman.com

8 Hal yang Sebaiknya Tidak Diucapkan kepada Ibu Hamil

foto: Arrahman.com

INSPIRADATA. Hamil merupakan impian setiap perempuan yang telah menikah. Dengan kehamilannya, ia merasa telah menjadi wanita seutuhnya. Normal.

Namun ketika mengandung anak pertama, wanita amat sensitif terhadap perkataan-perkataan tertentu. Maklum, mereka belum memiliki pengalaman.

Untuk itu, sebaiknya Anda menjaga lisan Anda dari ucapan-ucapan yang berpotensi membuat mereka down.

Dikutip dari Ummi Online, berikut ucapan-ucapan yang sebaiknya tidak Anda katakan kepada Ibu hamil.

1. Menceramahi berlebihan

Menasihati karena ingin memberi informasi demi kebaikan sangat berbeda dengan menasihati dengan tujuan mempermalukan atau agar orang lain terlihat bodoh atau hanya untuk sekadar pamer ilmu.

Setiap ibu pastinya memiliki naluri keibuan. Jadi sebenarnya sudah fitrah jika setiap wanita yang sedang hamil akan berusaha memberikan yang terbaik pada buah hatinya.

Bila pun kita ingin memberi informasi, cukuplah sesuai porsi, tidak menunjukkan seperti Anda menganggap mereka tidak tahu apa-apa.

 

2. Membandingkan

Entah kenapa hampir semua manusia suka sekali membandingkan yang pada intinya bertujuan sama: ingin menunjukkan bahwa dirinya lebih baik/kuat/hebat. Bumil pun tidak lepas menjadi sasaran.

“Aku dulu sih pas hamil lincah …,”

“Aku dulu sih pas hamil masih bisa angkatin aqua galon …,”

“Kamu sih enak enggak sama ngurus balita. Kalau aku dulu pas hamil sambil ngurus lima bocah …,”

Dan, seterusnya.

Sudah terlihat jelas bahwa membandingkan bukanlah sikap solutif.

3. Selalu berkomentar yang tidak ada isinya

“Kok perutnya kecil amat?”

“Kok kegedean, sih,”

“Badanmu bengkak banget, ya,”

“Kok mamanya kurus? Anaknya sehat?”

“Kok gak mual muntah, jangan-jangan enggak hamil,”

Bagi seorang ibu yang baru saja hamil setelah sekian lama menunggu, kalimat seperti itu dapat membuat mereka worry.

4. Mengancam dengan mitos

“Jangan begini nanti begitu …,”

“Jangan anu nanti itu,”

Dan komentar semacamnya yang tidak berdasar.

Dulu, percaya mitos masih bisa ditoleransilah ya karena ilmu pengetahuan tidak secanggih sekarang. Tapi kalau saat ini masih juga mendewakan mitos, deuhh. Dan lagi, percaya kan bukan sama mitos, tapi sama Allah yang mengizinkan hamil dan meniupkan ruh.

5. Kok hamil mulu?

Biasanya ditujukan untuk ibu hamil yang anaknya sudah banyak.

Memangnya kenapa kalau hamil mulu, toh ada suaminya. Dan selama ibu hamil tersebut enggak mengganggu serta bertanggung jawab dengan keputusannya, kenapa orang lain yang sewot.

6. Nanti normal aja, jangan sampai deh caesar

Semua ibu hamil pasti bercita-cita ingin lahiran normal. Tapi jika sudah berusaha semaksimal mungkin dan ternyata harus caesar, gimana?

Dan lagi, bagi sebagian ibu hamil, dikasih amanah bisa mengandung saja sudah sangat bersyukur. Jadi dia tidak peduli dengan kompetisi yang berseliweran di dunia ibu yang salah satunya mengenai normal lebih baik daripada caesar atau sebaliknya.

7. Bisa hamil juga?

Biasanya ditujukan untuk ibu hamil yang laamaa banget penantiannya.

Bisa hamil juga? Jika Allah menghendaki apa sih yang enggak mungkin. Siapa pun tidak bisa menghalangi.

8. Kok ayahnya?

“Kok setiap kontrol enggak sama suami?”

“LDM pas hamil emang enggak ngeri?”

“Hati-hati lhoh, banyak suami yang selingkuh pas istrinya hamil,”

Entah apa manfaat berkomentar seperti itu.

Semua ibu hamil pastinya ingin dekat dengan suami alias enggak LDM, ingin setiap kontrol ditemani suami, atau yang serupa.

Tapi jika kondisi tidak memungkinkan apa iya harus memaksa atau mengeluh. Jadi lebih baik didoakan daripada dikompori.

 

Sumber: Ummi Online


Artikel Terkait :

About Eki Baehaki

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *