Unik, Informatif , Inspiratif

Hal yang Tak Akan Dihisab, Namun Sering Diamalkan

0

Mencela yang pantas dicela karena memang agama telah mencapnya buruk memang seperti baik jika diamalkan. Tapi sufi ternama Al-Ghazali tak seperti itu berpendapat.

Dalam sari Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali, menganggap hal tersebut tak seharusnya dilakukan, bahkan disarankan untuk ditinggalkan. Karena tak ditanyakan di akhirat nanti.

BACA JUGA: 8 Pesan Imam al-Ghazali kepada Penuntut Ilmu

“Jangan sekali-kali engkau mengutuk suatu makhluk Allah Ta’ala, baik kepada binatang, tumbuhan, terlebih kepada sesama manusia. Jangan menghakimi seorang Muslim telah menjadi kafir atau munafik, terlebih dengan berani memberikan kesaksian.” tutur imam yang dijuluki Hujjatul Islam ini.

Kita sering menemukan di lapangan, banyak yang sering berani menuduh atau mengutuk akan keburukan kepada kelompok lain. Hanya karena berbeda haluan praktek beribadah. Baik di media sosial dan lainnya, padahal sama-sama kaum Muslimin.

Mengapa Imam al-Ghazali melarang tindakan ini? “Sebab,” lanjut beliau, “hanya Allah Ta’ala yang mengenali hal-hal tersembunyi di balik hati seseorang. Oleh karena itu, jangan merasa menjadi pribadi yang lebih tahu dari Allah Ta’ala.”

Selain itu, tindakan mengutuk dan menuduh ini tidak akan ditanyakan di akhirat jika pun kita tidak mengerjakannya.

“Di Hari Kiamat, tidak akan ada yang menuntutmu dengan bertanya, ‘Mengapa engkau tidak mengutuk si Fulan?’ Atau, ‘Kenapa engkau mendiamkan saja si Fulan?’ Bahkan sekalipun engkau tidak pernah mengutuk iblis di sepanjang hidupmu dan lidahmu juga tak pernah menyebut-nyebut kebusukannya, pada Hari Kiamat nanti engkau tidak akan ditanya tentang hal itu, juga tidak akan dituntut atasnya.”

BACA JUGA: Inilah 4 Golongan Manusia Menurut Imam Al-Ghazali

Justru ketika kita melaknat, menuduh, atau mengutuk, maka kita akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Dan ketika tak kuasa memberikan bukti, sungguh semua tuduhan itu kembali kepada pihak yang menuduh.

Terkait iblis, ia akan tetap seperti itu. Dikutuk miliaran kali pun, ia tak akan pernah berubah. Justru kita yang akan lelah karena menyia-nyiakan waktu dan sumber daya. []

SUMBER: KISAHIKMAH


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.