Unik, Informatif , Inspiratif

Halimah Yacob, dari Penjual Nasi Padang Hingga Ketua Parlemen Wanita Pertama Singapura

0

Halimah Yacob, presiden wanita pertama Singapura yang dilantik kemarin, Rabu (13/08/2017). Ia telah melewati masa yang panjang untuk bisa berada di kursi tinggi pemerintahan tersebut.

Seperti diberitakan banyak media, ia menghabiskan waktunya selama 33 tahun bekerja untuk isu perburuhan di Kongres Serikat Pekerja Nasional atau NTUC.

Namun yang menarik dari mantan Ketua Parlemen, ini adalah tentang sejarah dan perjalanan hidupnya.

Orang Melayu kedua yang menjadi presiden di Singapura

Halimah Yacob mencatatkan sejarah sebagai orang Melayu kedua yang terpilih sebagai presiden setelah Joseph Ishak (1965 – 1970), presiden pertama Singapura.

Halimah Yacob–wanita berusia 63 tahun–lahir pada 23 Agustus 1954 di rumah keluarganya di Queen Street, anak bungsu dari lima bersaudara.

Membantu ibunya di warung nasi

Masa remajanya dihabiskan sebagai anak yatim dengan ibu yang bekerja sebagai penjual nasi padang keliling. Dia membantu ibunya setelah memiliki warung makan. Ia mencuci, membersihkan meja dan melayani pelanggan.

Akhir 1960-an, dia menimbah ilmu di Singapore Chinese Girls ‘School, dan merupakan salah satu dari sedikit murid Melayu di sekolah itu. Pada 1970 Dia kemudian pergi ke Tanjong Katong Girls ‘School dan University of Singapore. Di universitas ini dia lulus dengan gelar sarjana hukum.

Pada tahun 1978, Halimah bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) sebagai staf bidang hukum. Dia menghabiskan lebih dari 30 tahun di sana dan akhirnya ditunjuk sebagai wakil sekretaris jenderal.

Pada 1980, dia menikahi kekasihnya semenjak kuliah, Mohamed Abdullah Alhabshee, seorang pengusaha. Mereka memiliki lima anak yang kini berusia antara 26 sampai 35 tahun.

Pada 2001, dia masuk politik atas desakan Perdana Menteri Goh Chok Tong dan memenangkan 4 pemilu parlemen sejak itu.

Halimah Yacob mulai berkecimpung dalam dunia politik pada usia yang tidak muda, kemudian menjadi anggota parlemen wanita Melayu pertama sejak kemerdekaan. Pada 2013, Halimah ditunjuk sebagai ketua parlemen wanita pertama di Singapura.

Selain Halimah, dua nominasi lainnya adalah Chief Executive Officer Second Chance Properties Mohamed Salleh Marican, dan ketua Bourbon Offshore Asia Farid Khan Kaim Khan.

Amandemen pemilihan presiden terpilih, yang disahkan oleh parlemen pada November tahun lalu memberi peluang bagi etnis tertentu yang tidak memiliki perwakilan selama lima periode berturut-turut untuk menjadi presiden. Peluang itu diisi oleh Halimah dengan memenangkan pemilihan presiden Singapura. []

Sumber: Tempo


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.