Foto: Daily Mail

Harapan Ibu Tahun Depan untuk Si Gagah Anak Tunggal

Tahun kemarin, anak tunggal ibu sering berkunjung ke rumah. Memanjatkan do’a bersamanya di rumah, selalu melambungkan kembali harapan dan semangat hidup sang ibu.

Makan bersama, meski hanya ditemani nasi bungkus, pepes ikan, sambal, lalapan dan sebagainya.

Tak kurang dari dua bulan sekali ia bersama keluarganya ke sini, istri cantiknya dan bersama anak-anaknya yang kecil nan lucu. Tiga orang anak tepatnya, yang satu berumur sekolah SD kelas satu, yang tiga tahun, dan satu lagi yang masih berada di pangkuan ibunya—baru berusia lima bulan usianya.

“Namun, semerbak bau makanan yang sedap dari bingkisan, tangisan bocah-bocah kecil, cangkir-cangkir sisa kopi anak gagahku itu, dan dot susu si kecil telah setahun lebih tak ada di sini,” kata-kata dalam hati sang ibu.

“Astaghfirullah,” sambil memejakan mata dan menahan air yang segera meleleh.

Ya, masih segar di ingatan. Sang ibu yang tengah melihat-lihat kebun belakang rumah, sambil ditemani sepoi angin kebun, otak dan pikirannya membersitkan rasa rindu itu. Kembali datang.

“Kala itu, halaman belakang yang rindang di hadapannya menjadi arena bermain anak-anak dari si gagah itu,”

“Tahun kemarin, si kecil-kecil itu berlarian ke sana-ke mari, menjinjing dedaunan yang telah mereka kumpulkan dengan sapu lidi sambil tertawa-tawa lucu.”

Namun, sang ibu hanya berharap… ayah dari bocah-bocah lucu itu—yang dahulunya pun sama lucunya seperti cucu-cucuku—pulang ke sini, setelah sekian lama ia bersama keluarga dan pekerjaan tercintanya di tanjung harapan, kota seberang.

Namun, satu harapan dari sang ibu untuk anaknya di kota itu… do’a bersama dan tengadahan tangannya untuk mendiang suami—ayah anakku, keinginan pergi Haji, diberkahkan umur, keberkahan rezeki dan kesehatan.

“Kapan, rasanya?” Harap sang ibu dalam hati.

Namun seribu namun, rasa rindu sang ibu pun perlahan hilang bersama jasad dan ruhnya ke alam Baqa’.

“Semoga, Allah mengampuni kedua dosa ibu-bapak ku, sebagaimana mereka menyayangiku sedari kecil,” ungkap si gagah. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Langganan Spotify? Ini Caranya!

Kamu dapat menggunakan Spotify dengan 3 syarat saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *