Unik, Informatif , Inspiratif

Harga Avtur Mahal, Jokowi Berikan Dua Pilihan pada Pertamina

0

Penurunan penumpang pesawat di Tanah  Air mencapai 20%. Hal tersebut terjadi karena harga tiket penerbangan yang cukup mahal yang dipengaruhi pula oleh harga avtur 

Menurut Bhima Yudhistira, Peneliti Institute for Development Economy and Finance (Indef), salah satu penyebab mahalnya harga tiket pesawat.

BACA JUGA: Jokowi Kaget Harga Tiket Pesawat Mahal

Ternyata, dibalik itu harga avtur mempengaruhi hargatiket. Harga avtur mahal karena infrastruktur penyaluran avtur yang tidak efisien.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku bahwa ia telah menerima permintaan dari INACA untuk menurunkan harga avtur hingga 10 persen.

“Memang itu permintaan dari INACA. INACA minta kepada kami dan kami teruskan kepada Kementerian ESDM dan BUMN. Nanti kita ngomong bersama,” ujar dia.

Budi Karya menjelaskan, avtur memang menjadi salah satu beban terberat yang harus ditanggung perusahaan maskapai.

“Beban terberat mereka itu dua. Satu leasing pesawat, yang kedua adalah avtur. Jadi itu hampir 70 persen. Avtur kira-kira 35-40 persen. Leasing pesawat mungkin 25-30 persen,” papar dia.

Mahalnya harga avtur ternyata tidak hanya berdampak kepada industri penerbangan, tetapi sampai  juga ke industri pariwisata.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyebutkan, mahalnya harga avtur ini membuat tiket pesawat mahal serta kamar-kamar hotel menjadi sepi.

Dalam acara Gala Dinner PHRI di Hotel Sahid Jakarta, Senin 11 Januari 2019, Hariyadi mengaku sudah mengatakan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai masalah tersebut.

Jokowi pun mengaku kaget mendengar kabar tersebut. Ada dua pilihan yang diberikan oleh Jokowi kepada Pertamina, yaitu menurunkan harga atau mengizinkan perusahaan minyak lainnya untuk menjual avtur.

Dia menilai harga avtur yang tinggi akan berdampak negatif kepada sektor-sektor lainnya, sehingga hal ini dilakukan.

BACA JUGA: Minat Penumpang Pesawat Turun, Ini Kata Ahlinya

Respon dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan ternyata baik.

“Bagus juga (swasta ikut menjual avtur) Kenapa tidak? Sekarang mungkin lagi dirumuskan jangan lagi hanya Pertamina,” jawab dia, saat ditemui, di Kantornya, Jakarta, Selasa (12/2/2019). []

SUMBER: LIPUTAN6


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.