valentine, Hari Valentine, Apa Hukumnya dalam Islam?
Unik, Informatif , Inspiratif

Hari Valentine, Apa Hukumnya dalam Islam?

0

Hari Valentine telah lama dikenal di kalangan orang-orang. Hari Valentine telah mengalami pergeseran makna yang jauh berbeda dari cerita asalnya. Keberadaannya telah disalah artikan oleh anak-anak remaja hingga dewasa.

Kini hari Valentine hanya dijadikan pelampiasan nafsu belaka bagi sebagian orang. Mengapa demikian? Pasalnya pada hari tersebut kasih sayang dimaknai secara unviversal. Akan tetapi hari tersebut lebih menekankan pada hal-hal yang berbau perzinahan dan kesyirikan.

Dalam Islam sudah dijelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwa haram hukumnya bagi umat Islam melakukan perzinahan. Belum lagi terdapat unsur syirik yakni secara tidak langsung turut mengagungkan dewa-dewa bangsa romawi.

Related Posts
1

Malaysia dan 4 Negara Ini Melarang Perayaan Hari Valentine

Dilihat dari sejarahnya saja, sudah jelas bahwa hari Valentine bukanlah budaya umat islam. Bagaimana tidak, arti kata Valentine sendiri memiliki makna “yang maha perkasa” yang ditujukan kepada dewa-dewa bangsa romawi. Yaitu Nimrod dan Lupercus. Belum lagi dalam hari itu lebih identik dengan sosok Cupid (bayi bersayap dengan membawa panah).

Hal ini merupakan dosa besar karena sudah sangat jelas bahwa mengagungkan tuhan selain Allah merupakan tindakan Syirik (menyekutukan Allah).
“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian. Karena itu janganlah kalian mengadakat sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui”. (Q.S. Al-Baqarah: 22).

Selain itu Hari Valentine juga kini mengalami pergeseran maksa yang cukup signifikan, yang mana dahulu hanya dilakukan oleh orang-orang romawi untuk mengagungkan dewa mereka, tetapi sekarang tak lebih dari sebuah ajang kemaksiatan dan perzinahan dengan alasan kasih sayang.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk”. (Q.S. Al-Isra’ :32). []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.