Unik, Informatif , Inspiratif

Hati-Hati, 5 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Bikin Motor Matik Anda Cepat Rusak

0

MOTOR jenis matik makin digandrungi masyarakat. Gampang, tinggal narik gas tanpa perlu pindah-pindah gigi apalagi narik kopling. Begitu kira-kira alasannya.

Gampang digunakan bukan berarti bisa dipakai sembarangan. Sebab ada juga beberapa trik menggunakannya agar kondisi tetap awet dan onderdilnya tak cepat aus.

BACA JUGA: Kapan Waktu Terbaik untuk Ganti Rantai dan Gir Motor?

Menurut situs resmi Honda, sebenarnya ada lima kebiasaan salah pemotor matik yang bikin cepat rusak. Apa saja?

Gas-rem secara asal

Seperti diketahui, menggunakan motor matik tak boleh dilakukan sembarang gas kemudian rem. Karena bisa bikin komponennya lebih cepat aus.

Apalagi jika sesaat gaspol langsung seketika rem mendadak pakai rem belakang. Dijamin, motor matik Anda bakal gampang rusak.

Terlalu dalam narik gas

Kebiasaan salah berikutnya adalah buka gas terlalu dalam saat motor tengah menanjak. Padahal cara yang tepat adalah membuka gas secara urut alias bertahap. Kalau ini juga rutin Anda lakukan, silakan cek seberapa lama usia motor matik Anda.

Tarik gas sambil ngerem

Kebiasaan salah ketiga yakni menarik gas sambil mengerem. Kebiasaan ini acap dilakukan ketika motor tengah berada di kemacetan. Yakni pengendara motor matik sering menahan gas sambil melakukan penarikan tuas rem. Hal tersebut tentunya menjadikan kampas kopling menjadi cepat habis berputar terus ketika gas ditarik.

BACA JUGA: Minimalisir Risiko, Begini Teknik Hentikan Motor Saat Rem Blong

Ngerem saat jalanan turun

Sebenarnya saat menghadapi kondisi demikian, prioritaskan dulu rem depan saat jalanan menurun, Pemakaian rem bisa menahan daya dorong motor-motor yang semakin besar ke depan sewaktu jalan menurun. Selanjutnya ikuti pemakaian rem belakang supaya motor tetap seimbang.

Jarang ganti oli gardan

Kebiasaan salah terakhir atau kelima, yakni jarang ganti oli gardan. Penggantian pada oli mesin, oli transmisi, busi dan filter udara seharusnya dikerjakan secara rutin. Pada oli transmisi ada baiknya diganti setiap jarak tempuh dengan kelipatan 8.000 km. Oli transmisi tujuannya agar dapat melindungi gesekan dan menjaga kinerja stabilitas kinerja komponen pada transmisi. []

 


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.