FOTO: detikNews

Hati-hati, Ini Hoaks Tragedi Tsunami Selat Sunda!

Banyak hoaks yang kerap beredar di tengah bencana, termasuk tsunami Selat Sunda yang terjadi Sabtu (22/12/2018). Tak tahu, apa yang mereka-mereka yang membuat berita bohong harapkan? Apakah sebatas mengharapkan kepanikan?

Seperti yang terjadi pada Minggu siang pasca-tsunami Selat Sunda. Kala itu, keluarga korban sedang cemas menanti kabar orang-orang terkasih, sementara tim SAR berupaya melakukan evakuasi di medan yang sulit di tengah puing-puing bangunan yang hancur akibat terjangan gelombang gergasi, sebuah kabar berembus.

BACA JUGA: Update Korban Tsunami Selat Sunda: 281 Tewas, 1.016 Luka-luka

Konon tsunami susulan terjadi. Mendengar informasi tersebut, aparat membunyikan sirine sebagai tindakan antisipasi. Siapapun yang berada di wilayah pesisir Carita, Pandeglang, Banten diminta mengevakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

Panik pun terjadi. Warga, petugas kepolisian, TNI, relawan, dan awak media yang sedang meliput berlarian untuk menyelamatkan diri.

Belakangan, Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir membantah kabar tentang adanya tsunami susulan di kawasan Pandeglang, Banten.

BACA JUGA: Ungkapan Duka Dunia untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Kapolda mengatakan, sama sekali tak ada tsunami susulan. Ia, yang saat itu sedang berada di lokasi terdampak tsunami, menjadi saksi mata.

“Tak ada tsunami susulan, masyarakat diminta tetap tenang,” tegas Tomsi di Pandeglang, Minggu (23/12/2018). []

SUMBER: LIPUTAN6


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *