Foto: Pixabay

Hati-hati, Mainan Anak Ini Diduga Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Foto: Pixabay

Baru-baru ini sebuah survei merilis bahwa plastik daur ulang yang mengandung bahan kimia tahan api dalam limbah elektronik telah mengontaminasi mainan anak. Kontaminan kimia ini dapat merusak sistem saraf dan mengurangi kapasitas intelektual. Mainan anak yang ditemukan terkontaminasi yakni pada Kubus Rubik, mainan puzzle yang dirancang untuk melatih ketajaman pikiran.

Berdasarkan studi IPEN (International POPs Elimination Network, jaringan masyarakat sipil global), Arnika (sebuah organisasi lingkungan di Republik Ceko) dan BaliFokus, mainan tersebut mengandung bahan kimia beracun. Bahan kimia tersebut itu OctaBDE, DecaBDE, dan HBCD, yang biasanya digunakan dalam selubung plastik produk elektronik.

Salah satu tim peneliti BaliFokus, Sonia Buftheim mengungkapkan, studi tersebut berawal dari penelitian di Republik Ceko. BaliFokus mengirimkan sebanyak 15 mainan anak sejenis rubik dari Indonesia dan mengirimkannya ke Arnika, yakni organisasi non-pemerintah pemerhati lingkungan dalam mengurangi limbah beracun di Republik Ceko. Arnika kemudian mengambil lima sampel dari yang dikirimkan Indonesia untuk dianalisa di laboratorium.

BACA JUGA:
Jika Hafal Surat Al ‘Asr dan Artinya, Pemilik Toko Turki Ini Gratiskan Mainan pada Anak-anak
Laki-laki Muslim Pakai Gelang Mainan, Bolehkah? 

 

“Survei produk dari 26 negara, termasuk dari Indonesia, menemukan bahwa hampir setengah dari semua produk (43 persen) mengandung HBCD (hexabromocyclododecane),” ujar Sonia Buftheim dalam pesan tertulisnya, Sabtu (22/04/2017).

Hasil analisis sampel dari Indonesia menunjukkan bahwa tiga sampel mainan anak mengandung HBCD dalam konsentrasi tinggi yakni mengandung HBCD 140, 431, dan 541 ppm. Adapun ambang batas aman yang diusulkan untuk HBCD adalah 100 ppm.

“Kita membutuhkan batasan nilai untuk limbah berbahaya. Standar yang lemah berarti produk beracun dan proses daur ulang yang tidak bersih, yang sering terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah dan menyebarkan racun dari tempat daur ulang ke rumah dan tubuh kita,” kata Jitka Strakova, dari Arnika.

Selain HCBD, bahan yang sudah dilarang secara global adalah OctaBDE (Octabromodiphenyl ether). Sedangkan bahan kimia lainnya DecaBDE (Decabromodiphenyl ether) diusulkan untuk dilarang secara global di bawah Konvensi Stockholm. Demikian dikutip dari Tempo, Minggu (23/04/2017). []

SatuMedia


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *