Unik, Informatif , Inspiratif

Hati-hati! Virus Ini Bisa Kunci Ponsel Android Anda

0

Ransomware bernama DoubleLocker kini menjadi ancaman pengguna gadget dengan sistem operasi Android. 

DoubleLocker berbahaya karena dapat mengenkripsi data pengguna dan mengunci gawai dengan mengubah PIN. DoubleLocker meminta tebusan sejumlah uang jika pengguna ingin membuka gawai yang telah terkunci.

Dilansir Dream dari The Register, ransomware ini pertama kali ditemukan di perusahaan keamanan ESET, Lukas Stefano oleh peneliti Malware.

“DoubleLocker menyalahgunakan layanan aksesibilitas Android, yang merupakan trik populer di kalangan penjahat dunia maya,” ujar Stefanko.

Malware berbahaya ini menggunakan cara operasi (virus) trojan untuk menginfeksi sistem perbankan. Cara inilah yang memungkinkan proses pembayaran.

Sistem malware ini menyebar melalui permintaan ‘pembaharuan’ perangkat aplikasi Adobe Flash Player yang muncul melalui laman website tertentu.

Setelah muncul, aplikasi akan memberitahukan bahwa sistem perangkat lunak gawai mengalami kerusaka. Malware memberi peringatan sistem itu ‘Layanan Google Play’.

, Hati-hati! Virus Ini Bisa Kunci Ponsel Android Anda

Setelah pengguna gawai mengizinkan, administrator perangkat akan diaktifkan oleh malware itu dan menjadikan malware `pemilik` gawai. Hal ini tentu dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik gawai.

” Ransomware akan menjadikan dirinya sebagai aplikasi default. Setiap kali pengguna mengklik tombol home, maka ransomware akan diaktifkan dan perangkat terkunci,” ucap Stefanko.

DoubleLocker menciptakan dua alasan bagi para korban untuk membayar. Pertama, ransomware itu mengubah PIN perangkat, yang secara efektif menghalangi korban untuk menggunakannya. Kedua, DoubleLocker mengenkripsi semua file dari direktori penyimpanan utama perangkat menggunakan algoritma enkripsi AES.

Uang tebusan yang ditetapkan ialah senilai  0,0130 bitcoin atau US$54, alias setara dengan Rp730 ribu. Tak hanya itu, jika pengguna tak mau membayar, pengguna dapat melakukan factory reset. Namun,  ini tetap tidak akan dapat memulihkan data pengguna yang sudah terenkripsi. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.