habib umar bin hafidz
Foto: Tribunnews

Heboh Isu Habib Umar Bin Hafidz Ditangkap Densus 88, Ini Fakta Sebenarnya

Kabar mengenai ditangkapnya Al Habib Umar Bin Hafidz oleh Densus 88, saat berada di Samarinda, menghebohkan jagat maya. Dari kabar itu, disebutkan bahwa Al Habib Umar Bin Hafidz ditangkap setelah keluar dari masjid Islamic Center, Samarinda pada Jumat (12/10/2018) silam.

Saat itu tampak Al Habib Umar Bin Hafidz dikawal oleh aparat bersenjata lengkap keluar dari salah satu masjid terbesar dan termegah di Asia Tenggara tersebut.

Anggapan guru besar diamankan aparat itu tak lain karena adanya kawalan dari banyaknya aparat bersenjata lengkap.

Namun, pihak panitia Tabligh Akbar bersama jajaran kepolisian dari Polresta Samarinda membantah Al Habib Umar Bin Hafidz telah ditangkap.

BACA JUGA: Khabib dan McGregor Diskor 10 Hari

Minggu (14/10) malam, pihak panitia bersama Polresta Samarinda mengklarifikasi kabar tersebut.

Ketua Panitia Tabligh Akbar, Habib Hasiym Bin Abdullah Bin Syekh Abu Bakar Bin Salim menjelaskan, aparat keamanan memang sengaja didatangkan dengan senjata lengkap guna memberikan pengamanan kebada Al Habib Umar Bin Hafidz, pasalnya saat itu terdapat ribuan umat yang ingin bersalaman, maupun menghampiri guru besar tersebut.

“Kita memang sebelumnya berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan, mulai dari kedatangan hingga kepulangan. Pengamanannya memang menggunakan persenjataan lengkap,” ucapnya, Minggu (14/10/2018).

“Jadi, kabar Al Habib Umar Bin Hafidz ditangkap itu tidak benar,” tegasnya.

Lanjut dia menjelaskan, dari informasi yang didapatkannya, video tersebut bukanlah dari wilayah Kaltim, melainkan dari Sumedang, Jawa Barat.

“Video bukan dari kita, bukan dari Kalim, diedarkan oleh seseorang dari Sumedang. Saat ini Al Habib Umar di Jakarta, beliau aman, beliau bergembira, insyallah berkahnya besar,” terangnya.

BACA JUGA: Polisi Siapkan 3.294 Personel untuk Amankan Aksi Kawal Amien Rais

Sementara itu, Wakapolresta Samarinda AKBP Dedi Agustono menjelaskan, kepolisian memang melakukan pengamanan terhadap Al Habib Umar Bin Hafidz sesuai dengan koordinasi pihak panitia.

Terdapat 450 personel gabungan, yang terdiri dari Polresta Samarinda, Brimob Polda Kaltim, TNI, Satpol PP.

“Itu memang proses pengamanan, tidak benar itu ditangkap,” ucapnya.

Pihaknya pun akan memproses sesuai hukum yang berlaku atas isu tidak benar tersebut.

“Akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya. []

SUMBER: TRIBUNNEWS


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

tukang becak

Dipenjara, Tukang Becak Ini Dapat Donasi Rp 700 Juta Lebih

Akibat kecelakan itu, nyawa penumpang tidak tertolong dan akhirnya meninggal 15 menit setelah tiba di rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *