hia (foto: gulfnews)

‘Hia’ Tenda Ramadhan Khusus Perempuan di Dubai

INSPIRADATA. Grand Hyatt Dubai, tempat yang menjadi lokasi keberadaan tenda Ramadhan khusus kaum hawa bernama ‘Hia’ untuk berinteraksi dengan teman perempuan lainnya di bulan suci.

Seperti namanya, “Hia” (“her” atau kata ganti perempuan dalam bahasa Arab) dijalankan seluruhnya oleh perempuan, mulai dari koki, pelayan dan penampilnya. Tenda itu hanya bisa dimasuki oleh mereka yang berusia di atas 18 tahun.

Tenda Ramadan berkapasitas 250 orang itu menyediakan makan sahur, shisha, hiburan hingga pameran karya desainer setiap hari mulai pukul 21.00 hingga 03.00 dini hari selama Ramadhan.

“Kami ingin membuat tempat yang indah untuk memanjakan perempuan dan membuat mereka merasa jadi keluarga kerajaan, tempat di mana mereka bisa bersantai, mendengarkan musik asyik, menyantap makanan lezat, menikmati shisha, main kartu, menonton serial favorit mereka dan bahkan membeli karya perancang yang dihadirkan di dalam tenda,” kata Farida Abu Shady, Food and Beverage Marketing Executive di sana.

Manajer umum Fathi Khogali yang berasal dari Mesir pertama kali memperkenalkan tenda khusus Ramadan di Hyatt Regency pada 1989 dan tahun ini tenda khusus kaum Hawa itu kembali dibuka.

Noor Hassan, perempuan 25 tahun dari Yordania senang mendengar kabar mengenai pembukaan tenda itu dan berniat mengunjunginya bersama kawan-kawan.

“Saya tidak tahu kenapa tidak ada orang yang membuat ini sebelumnya, ini jenius. Banyak perempuan yang berkumpul saat Ramadhan, tenda ini jadi tempat alternatif bertemu dan sahur bersama,” katanya kepada Gulf News.

Hassan mengatakan banyak perempuan yang lebih memilih tempat khusus wanita agar mereka bisa “bersantai dan menikmati” waktu selama bulan suci.

Leena Osama, 23 tahun warga Dubai asal Mesir, mengatakan tenda itu harus ada tiap Ramadhan untuk memberi pilihan tempat berkumpul bagi perempuan selama Ramadhan.

“Bagi saya, ini tentang memberi tempat agar perempuan bisa nyaman mengenakan baju apa pun dan berbaur dengan orang lain tanpa khawatir tentang stereotip yang dihubungkan dengan tenda Ramadhan campur,” katanya. []

Sumber: Antara | Gulfnews


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Terlanjur Haid, Shalat Belum Dikerjakan, Apakah Harus Mengganti?

Sebaliknya dalam mazhab Asy-Syafi'iyah, kewajiban shalatnya tidak gugur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *