Hilang Nutrisi atau Masih Kotor, Bagaimana Cara Baik Cuci Beras?

0

Mencuci beras merupakan kegiatan yang terkesan remeh. Hal tersebut terjadi karena sudah menjadi pekerjaan harian yang biasa dilakukan, terutama bagi ibu rumah tangga.

Namun, tidak semua orang tahu cara mencuci beras yang baik dan benar. Tak jarang, beras yang sudah dimasak menjadi nasi masih menyisakan kotoran berupa kerikil kecil.

BACA JUGA: Dahsyatnya Manfaat Air Cucian Beras untuk Kecantikan

Atau malah, beras yang sudah dicuci bersih kehilangan kandungan gizi dan nutrisinya, terutama vitamin B1 yang sifatnya mudah larut.

Dari dua jenis kesalahan di atas, kebanyakan orang melakukan kesalahan karena mencuci beras hingga berkali-kali sampai air cuciannya bening.

Cara mencuci demikian dilatari mitos turun temurun, yaitu bila beras dicuci sangat bersih, menyebabkan nasi tidak gampang basi, juga terbebas dari kotoran atau kerikil kecil.

Gosok-gosok beras?

Memang benar, beras yang dicuci berkali-kali sembari menggosok-gosok dapat membuat kotoran pada beras hilang. Namun, bukan hanya kotorannya saja yang hilang, gizi dan nutrisinya juga akan hilang, terutama vitamin B1.

Pada butiran beras, kandungan vitamin B1 ternyata utamanya ada pada permukaan beras. Sehingga menggosok-gosok butiran beras merupakan tata cara yang kurang benar saat mencuci beras.

Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan, penyerapan sari makanan yang seharusnya dapat dikerjakan dengan baik oleh lambung menjadi terganggu karena kurangnya vitamin B1.

BACA JUGA: Manfaat Beras Kencur bagi Tubuh

Pada tingkat yang paling parah, kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung.

Beras yang berkualitas, tidak perlu mencuci dan menggosok-gosoknya berkali-kali, karena beras berkualitas tinggi, dari proses pembuatannya saja sudah steril, belum lagi dikemas dengan sangat rapi. Jadi tidak perlu khawatir lagi akan kebersihannya. []

SUMBER: BERASMAKNYUSS

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline