HIV Benarkah Bisa Disembuhkan?

vaksin-hivINSPIRADATA. Salah satu alasan kenapa manusia bisa terkena penyakit adalah tidak adanya kekebalan tubuh yang ada pada dirinya. Saat virus menyerang, tubuh tidak akan tahu bagaimana harus menyerang dan melumpuhkannya. Akhirnya, virus yang sangat berbahaya itu menginfeksi dan menyebabkan seseorang jadi sakit hingga harus diberi perawatan agar sembuh dan tubuh jadi sehat.

Usaha yang dilakukan untuk melawan virus adalah dengan pemberian vaksin. Vaksin adalah virus atau bakteri yang sengaja dilemahkan. Dengan pelemahan ini, virus atau pun bakteri tidak akan bisa menginfeksi. Tubuh yang kemasukan vaksin akan membuat semacam antibodi untuk kekebalan. Kelak, kalau tubuh terkena virus tersebut, antibodi bisa dihasilkan untuk melawan virus hingga akhirnya tubuh tidak terinfeksi atau kalau pun terinfeksi bisa segera disembuhkan.

Saat ini memang sudah dilakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran virus tersebut. Upaya itu meliputi, anjuran menguunakan alat pengaman ketika berhubungan badan, tidak menggunakan jarum suntik yang dipakai orang lain, menghindari penggunaan narkotika dan obat terlarang, tidak berganti-ganti pasangan, dan lain-lain. Namun, namanya juga manusia, hal-hal di atas bisa saja dilanggar.

Beberapa peneliti pun mengembangkan vaksin yang bisa digunakan untuk mencegah virus itu menular pada manusia. Penciptaan vaksin untuk HIV/ AIDS ini sudah dilakukan di awal tahun 2010-an. Seorang peneliti bernama Chil-Yong Kang terus berusaha menemukan vaksin yang tepat. Dia beberapa kali memodifikasi virus HIV jenis 1 untuk digunakan vaksin. Dengan konsep seperti pembuatan vaksin sebelum-sebelumnya, peneliti ingin menciptakan varian vaksin terbaik untuk HIV.

Selama ini, beberapa penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus sudah ditemukan vaksinnya. Sebut saja flu, polio, kolera, rabies, dan hepatitis. Dengan harapan bisa menyelamatkan umat manusia yang ada di dunia, Chil-Yong Kang terus mengembangkan penelitiannya meski terkendala banyak hal termasuk masalah efektivitas dari virus itu sendiri.

Vaksin pertama yang diciptakan untuk mencegah HIV/ AIDS bernama SAV0001. Vaksin yang dikembangkan dari virus HIV ini diujicobakan kepada 33 orang yang berbeda. Dengan pengkondisian dan perawatan tertentu, virus yang telah dilemahkan itu dimasukkan ke dalam tubuh 33 orang itu untuk mengetahui efek apa saja yang ditimbulkan.

Meski vaksin ini belum memasuki tahap final, hasil percobaan sudah menunjukkan dampak yang sangat positif. Vaksin yang diberikan kepada manusia tidak menimbulkan dampak negatif. Bahkan tubuh yang diberi vaksin ini mengalami peningkatan antibodi secara signifikan. Peningkatan antibodi ini terus bertahan hingga 52 minggu periode percobaan san studi.

Saat ini vaksin HIV/AIDS yang diciptakan masih memasuki beberapa fase percobaan. Namun, dalam hitungan tahun saja, vaksin ini bisa saja menjadi vaksin HIV/AIDS terbaik yang mampu mencegah infeksi berbahaya itu. Kalau saja dalam 1-2 tahun lagi virus ini jadi, manusia di seluruh dunia dapat bernapas lega dan bersyukur.

Penemuan virus HIV/AIDS bisa jadi anugerah bagi banyak orang di seluruh dunia. Tapi, efek samping dari adanya vaksin ini juga harus diperhatikan. Terutama imbasnya pada prilaku manusia terkait pergaulan bebas dan narkotika.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Rahasia Televisi, Bisa ‘Membius’ Otak

TV merupakan contoh yang sangat baik sekali bagaimana perangkat ini mempengaruhi pikiran Anda sebagai akibat pengaruh yang ditimbulkannya kepada otak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *