Unik, Informatif , Inspiratif

Hukum dalam Islam tentang Merayakan Ulang Tahun Anak

0

Ulang tahun adalah hari dimana acara memperingati hari kelahiran. Kebanyakan, hari ulang tahun ini dirayakan oleh kalangan baik yang muslim maupun non muslim. Hal ini tak luput dilakukan mulai kalangan anak-anak hingga lansia, mereka kerap merayakan hari ulang tahun hanya sekedar untuk bersenang-senang.

Lalu apakah dalam islam diperbolehkan untuk merayakan hari ulang tahun anak?

Kebanyakan dari orang tua pasti menginginkan kebaikan dan kebahagiaan untuk anaknya, dan tidak ada orang tua yang tidak akan memenuhi permintaan anaknya selagi hal tersebut masih dapat diwujudkan. Dan salah satunya adalah dengan merayakan hari ulang tahun anak.

Hukum merayakan Ulang Tahun anak dalam islam sama dengan yang mana masih terdapat perbedaan diantara kalangan para ulama. Ada beberapa ulama yang memperbolejhkan dan sebagian lainnya tidak memperbolehkan.

Ulama yang tidak memperbolehkan hari ulang tahun di rayakan beralasan Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan umatnya untuk merayakan ulang tahun, Ulang tahun dilakukan oleh orang-orang kafir, dan didalam Islam pun tidak ada perayaan ulang tahun. Jika seorang muslim merayakan hari ulang tahun. Maka, mereka dianggap meniru perilaku orang-orang kafir, Hadist mengatakan :

“Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka dia terasuk dari golongan mereka.” (HR. Abu Daud)

Para ulama yang tidak memperbolehkan perayaan ulang tahun anak serta hukum tiup lilin ulang tahun dalam islam juga beranggapan bahwa dengan melakukan hal tersebut berarti kita menerima agama selain islam, sedangkan dalam (QS. Ali Imran ayat 85) dikatakan :

“Dan barangsiapa mencari agama selain islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.”

Para ulama yang berpendapat bahwa merayakan ulang tahun anak menurut islam adalam diperbolehkan, karena tidak ada hadist atau firman Allah yang membahas serta melarang mengenai perayaan ulang tahun anak.

Jika perayaan ulang tahun anak menurut islam diperbolehkan, asalkan hal tersebut tidak menjadi sebuah kewajiban dan ritual ataupun keharusan. jika hal tersebut wajib hukumnya untuk dilakukan, maka diharamkan karena dapat tergolong menjadi bid’ah dalam islam.

Rasulullah bersada :

“Waspadalah kalian dari perkara (agama) yang diada-ada. Karena semua yang diada-ada merupakan bid’ah dan sesungguhnya bid
ah itu adalah kesesatan. Sedangkan kesesatan itu adalah dineraka.”

Dan hal perayaan ulang tahun menurut sebagian ulama tidak dianggap seperti meniru-niru kaum kafir, karena dalam perayaan ulang tahun kita tidak melakukan hal-hal yang berbau keagamaan yang dilakukan oleh kebanyakan orang kafir. Dan tidak ada kegiatan atau ritual ibadah orang kafir.

Bisa disimpulkan, merayakan ulang tahun menurut islam adalah tergantung dari bagaimana niat orang tua melakukannya, Jika niat orang tua ingin menyenangkan hati anaknya itu diperbolehkan, namun harus ditekankan kepada sang anak bahwa hal tersebut bukanlah sebuah keharusan ataupun kewajiban.[]


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.