sujud sahwi, hukum sujud sahwi
Foto: Wajibbaca

Hukum Sujud Sahwi Setelah Lupa Beberapa Kali dalam Shalat

Sujud sahwi merupakan bagian ibadah yang dilakukan di dalam shalat. Sementara itu, sujud sahwi merupakan dua sujud yang dilakukan oleh orang yang shalat untuk menggantikan kesalahan yang terjadi di dalam shalatnya karena lupa.

Lalu, bagaimana cara mengerjakan sujud sahwi?

Sujud sahwi ini terdiri dari 2 kali sujud dan satu kali duduk yang memisahkan keduanya. sebab sujud sahwi ialah karena melakukan tindakan diluar shalat.

BACA JUGA: Apa yang Dibaca ketika Sujud Sahwi?

Dalam sebuah hadits yang bercerita tentang kejadian  sujud sahwi yang pernah dilakukan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah menceritakan, “Rasulullah ﷺ mengimami kami salah satu shalat siang, Zhuhur atau Ashar. Ketika pada rakaat kedua, beliau salam. Lalu beliau pergi menuju sebatang pohon kurma di arah kiblat masjid. Sementara di antara jamaah ada Abu Bakar dan Umar, namun keduanya takut berkomentar. Dan para jamaah yang punya urusan sudah keluar sambil mengatakan, “Shalatnya diqoshor.” Hingga datang sahabat yang bergelar Dzul Yadain mendekati Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya,

“Ya Rasulullah, apakah shalat diqashar ataukah anda lupa?”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menengok ke kanan kirinya, “Betulkan apa yang dikatakan oleh Dzul Yadain?”

Jawab mereka, “Betul, Ya Rasulullah. Anda shalat hanya dua rakaat.”

“Lalu beliau nambahi dua rakaat lagi sampai salam. Lalu beliau sujud sahwi dua kali, dipisah dengan duduk sebentar. (HR. Bukhari 1229 dan Muslim 1316).

Nah, dalam hadis ini, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melakukan beberapa hal yang semuanya bisa menjadi sebab disyariatkannya sujud sahwi. Namun beliau hanya melakukan sujud sahwi sebanyak 2 kali sujud.

Sementara itu, Ibnu Daqiq al-Id mengatakan, “Sujud sahwi itu digabung untuk semua sebab lupa dalam shalat dan tidak dilakukan sebanyak sebab lupanya. Karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dalam kejadian itu, beliau berbicara, berjalan, dan ini semua menjadi beberapa sebab sujud sahwi, namun beliau hanya mencukupkan sujud sahwi 2 kali. Dan ini adalah pendapat jumhur ulama.”

BACA JUGA: Jangan Asal-asalan Jadi Imam Shalat, Ini Syaratnya

Kemudian Ibnu Daqiq al-Id pun melanjutkan, “Ada juga yang mengatakan, disyariatkan sujud sahwi beberapa kali, sesuai jumlah lupa yang ada dalam shalat. Ada juga yang membedakan, antara sebab sujud sahwi yang sama (cukup sekali sujud) dan sebab sujud sahwi yang berbeda (dianjurkan beberapa kali sujud). Dan hadis ini merupakan dalil terkait perbedaan pendapat ini, bahwasanya sebab sujud sahwi bisa saja banyak, baik bentuknya ucapan maupun perbuatan, namun sjud sahwi tetap dua kali. (Ihkam al-Ahkam, Syarh Umdatul Ahkam, Ibnu Daqiq al-Id, 1/182)”

Dan pendapat pertama yang lebih mendekati kebenaran. Karena itu, sekalipun lupa terjadi beberapa kali dalam sekali shalat, sujud sahwi tetap satu paket. []

SUMBER: KONSULTASI SYARIAH


Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *