undangan walimah, hukum
Foto: Pernikahan.asia

Hukum Tidak Menghadiri Undangan Walimah

Setiap muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Setiap muslim memiliki hak bagi saudaranya yang lain. Hak sesama muslim tidak sedikit, sebagaimana terdapat dalam banyak hadits.

Di antaranya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya, “Hak muslim pada muslim yang lain ada enam yaitu: (1) Apabila engkau bertemu, berilah salam padanya, (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya, (3) Apabila engkau dimintai nasehat, berilah nasehat padanya, (4) Apabila dia bersin lalu mengucapkan ‘alhamdulillah’, doakanlah dia (dengan mengucapkan ‘yarhamukallah’, pen), (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia, dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya. (HR. Muslim).

BACA JUGA: Cina Terapkan Kerja Paksa bagi Tahanan Muslim Uighur

Di antara hak yang harus ditunaikan seorang muslim pada muslim yang lain dalam hadits ini adalah memenuhi undangan.

Imam Ash Shan’ani rahimahullah menyebutkan, “Para ulama mengkhususkan wajibnya memenuhi undangan walimah dan semacamnya. Selain itu dihukumi sunnah. Karena untuk undangan walimahan diancam dengan suatu hukuman, sedangkan untuk undangan lainnya tidak demikian.” (Sulubus Salam, 8: 133)

Sementara itu, menurut Syaikh Abdurrahman bin nashir As-Sa’di menyebutkan, Undangan itu ada 3 macam:

“Pertama, yang wajib dihadiri adalah undangan pernikahan secara khusus ketika memenuhi syarat-syaratnya (yaitu tidak ada kemungkaran di dalamnya).

Kedua, yang dilarang untuk dihadiri yaitu undangan selamatan kematian (ma’tam) yang dilakukan oleh keluarga mayit dengan mengundang banyak orang. Perbuatan tersebut tidak disukai, menghadirinya pun demikian.

Ketiga, undangan selain itu disunnahkan untuk dihadiri selama tidak ada udzur. Wallahu a’lam.” (Al Qowa’id wal Ushul Al-Jaami’ah wal Furuq wat Taqosim Al Badi’ah An Nafi’ah. hal 168)

BACA JUGA: Bingung Soal Tamu Undangan? Ini Dia Solusi Jitunya

Adapun dalil yang menyatakan jika hukum menghadiri walimah itu wajib adalah sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Jika salah seorang di antara kalian diundang walimah, maka hadirilah.” (H.R Bukhari)

Madzhab Syafi’i pun mewajibkan ntuk menghadiri undangan walimah. Imam Nawawi berkata, “Menghdiri undangan walimah itu diperintahkan, namun apakah wajib atau sunnah, diperselisihkan. Pendapat terkuat dalam hal ini madzhab Syafi’i, menghadiri undangan walimah itu fardhu’ain bagi setiap yang diundang. Namun, undangan tersebut jadi gugur jika ada udzur.” (Syarh Shahih Muslim) []


Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *