Unik, Informatif , Inspiratif

Hukum Ziarah Kubur Jelang Ramadhan dan Hari Raya Menurut Ustaz Abdul Somad

0

Tak terasa dalam hitungan beberapa hari ke depan umat Islam akan kembali kedatangan tamu agung nan mulia, yakni bulan suci Ramadhan 1439 H. Bagi sebagian umat Islam di Indonesia, menjelang Ramadhan biasanya dijadikan momen untuk berziarah kubur ke keluarga mereka yang telah meninggal dunia.

Pasalnya, kebiasaan ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak lama.

Lantas, bagaimanakah hukumnya berziarah kubur menjelang Ramadhan atau bulan puasa?

Ustaz Abdul Somad menjawab, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam dahulu pernah melarang umatnya berziarah kubur. Akan tetapi, kini larangan tersebut sudah dinasakh (dihapus) alias sudah dibolehkan.

Adapun waktunya, tak terbatas, bisa kapan saja, dan tak harus menjelang bulan puasa.

“Kapan saja boleh. Mau menjelang puasa, sedang bulan puasa atau setelah bualan puasa, bebas saja. Lalu mengapa orang-orang kita sering berziarah kubur menjelang bulan puasa? Mungkin saja karena dia baru bisa libur pas mau puasa atau saat sedang bulan puasa. Bisa juga karena hatinya sedang lapang, ingin mengingat Allah maka pergilah di ke kubur, mau mengingat mati,” terang Ustaz Somad.

Katanya, hal ini ada di kitab karangan seorang syekh tentang ziarah kubur.

Selanjutnya, ada lagi pertanyaan, apakah berziarah kubur menjelang bulan puasa pernah dilakukan Nabi Muhammad?

UAS, sapaan akrab Ustaz Abdul Somad, menjawab, tidak semua perbuatan yang tidak dilakukan Nabi Muhammad lantas tak bisa pula kita lakukan.

Ia mengambil contoh terkait salah satu amalan seorang sahabat yang membaca ayat Kursi di empat sudut rumah ketika memasukinya.

UAS menerangkan bahwa Nabi Muhammad tak pernah melakukan hal tersebut, tetapi dilakukan oleh salah satu sahabat Nabi, yaitu Abdurrahman bin Auf.

“Abdurrahman bin Auf ketika pulang ke rumahnya malam hari, diucapkannya ayat Kursi di empat sudut rumahnya, kanan, kiri dan dua di belakang,” ujarnya.

Artinya, hal ini bisa juga kita lakukan jika diniatkan untuk perlindungan dari kejahatan setan walaupun tak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.

“Sebab hadis itu ada empat jenis, yaitu berdasarkan perkataan, sifat, ketetapan dan perbuatan Nabi Muhammad,” ungkapnya.

Selangkapnya, berikut penjelasan Ustaz Abdul Somad mengenai hukum ziarah kubur menjelang Ramadhan:

 

Sumber: dayah online/Youtube


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.