setya novanto tersangka
Foto: Tribunnews

ICW: Setnov Mengulur Waktu untuk “Mengangkangi” Jeratan Hukum

Menurut Lalola Ester, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) memutuskan menghilang agar dapat mengulur waktu terkait proses hukum kasus yang menjeratnya, yakni perihal korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Lalola menyebut usaha Setnov mengulur waktu telah nampak sebelum Ketua DPR itu menghilang. Seperti menggugat ketentuan pencegahan ke PTUN, uji materi UU KPK ke Mahkamah Konstitusi, hingga berdalih bahwa harus ada izin presiden terlebih dulu agar dapat memanggilnya.

Lalola menduga Setnov mengulur waktu untuk menghindari jeratan hukum.

“Upaya ini memang digunakan Setnov untuk ‘mengangkangi’ prosedur hukum yang berlaku,” ujar Lalola di kantor ICW Jakarta, Kamis (16/11).

Setnov sebelumnya telah mangkir sebanyak empat kali berturut-turut, tiga kali sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo dan satu kali sebagai tersangka.

Lalola mendorong KPK segera menahan Setnov jika berhasil menemukan ketua umum Partai Golkar itu. Penahanan ini dinilai perlu untuk meminimalisasi upaya Setnov kembali mangkir dari panggilan KPK.

“Kalau akhirnya berhasil ditangkap, KPK harus langsung tahan karena tersangka ini bisa saja mangkir dan punya potensi menghilangkan alat bukti,” katanya.

Setnov kemarin resmi mengajukan kembali gugatan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka ke PN Jakarta Selatan.

Hal itu juga dilakukan Setnov ketika pertama kali ditetapkan sebagai tersangka. Hasilnya, Setnov saat itu berhasil memenangkan praperadilan.

Lalola menyarankan KPK mempercepat proses penyidikan agar perkaranya segera dilimpahkan ke pengadilan, untuk menghindari Setnov kembali menang praperadilan. Terlebih, lanjut dia, sesuai ketentuan undang-undang, materi praperadilan akan gugur jika pengadilan telah memproses materi pokok perkara.

“KPK harus mengakselerasi penanganan perkara agar pelimpahannya ke persidangan bisa dipercepat,” ujarnya.

Surat perintah penangkapan Setnov telah dikeluarkan KPK, setelah Setnov menolak memenuhi panggilan sebagai tersangka. Tim penyidik KPK yang dipimpin Ambarita Damanik mendatangi rumah Setnov untuk menangkap mantan Ketua Fraksi Golkar tersebut pada Rabu (15/11/2017) malam. Tetapi saat sampai, Setnov tak ada di rumah dan dari rumahnya, penyidik hanya menyita sejumlah dokumen. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *