Buruh Sudah minta maaf atas pembakaran karangan bunga ahok
Buruh Sudah minta maaf atas pembakaran karangan bunga ahok

Idrus: Pihak Buruh Sudah Minta Maaf Atas Aksi Bakar Karangan Bunga Ahok

INSPIRADATA. Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) DKI Jakarta, Idrus mengaku sudah meminta maaf kepada aparat pada hari itu juga, dan menganggap masalah tersebut telah selesai. Demikian disitat dari Kompas, Rabu (3/5/2017).

Idrus mengatakan aksi bakar karangan bunga milik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat itu merupakan aksi spontan. Dia mengaku meminta buruh untuk menghentikan aksi tersebut saat dia berorasi di mobil komando.

“Saya sudah minta maaf, saya bilang begitu ke Pak Jupan (Kasatpol PP) dan Kapolres. Saya turun ke bawah, saya minta maaf. Makanya dibersihin sama dia,” ujar Idrus.

Idrus pun menjelaskan bahwa dia pun berteriak dan mencegah para buruh untuk melakukan pembakaran.

“Saya bilang mobil mundur. Ada tumpukan karangan bunga lagi tuh, jangan dibakar. Kalau saya enggak teriak, itu ada pembakaran gelombang kedua. Saya bilang jangan dibakar itu,” ujar Idrus.

Pemadam kebakaran juga menyiram sisa-sisa pembakaran karangan bunga tersebut. Menurut Idrus, aksi itu merupakan puncak dari kekesalan para buruh yang merasa tidak pernah didengar oleh Ahok.

Mereka ingin UMP di DKI Jakarta tidak kalah dengan kota penyangga seperti Bekasi dan Karawang.

“Yang jadi garis merahnya, ini Ahok berbicara tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. Kalau Anda lihat dia bicara di TV bahwa rakyat Jakarta sejahtera, enggak punya biaya kita tanggung sampai kuliah. Tapi ini buruh gajinya kok enggak dinaikan,” ujar Idrus. []


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *