Kamaruddin Amir

Indonesia Menjalin Kerjasama dengan Arab Saudi dalam Bidang Pendidikan Tinggi

INSPIRADATA. Indonesia yang diwakili oleh Kementrian Agama pada Minggu (30/4/2017) berkunjung ke Kerajaan Arab Saudi. Tujuan kunjungan tersebut untuk membicarakan kerjasama dalam Pendidikan Tinggi antara Indonesia dengan Arab Saudi. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin dalam kunjungannya ke Riyadh, Arab Saudi. Demikian disitat dari Republika pada Selasa (2/5/2017).

Menurut Kamaruddin, kerjasama Arab dengan Indonesia tidak terfokus hanya dalam bidang haji dan umrah saja, tapi dalam bidang Pendidikan pun perlu ditingkatkan. “Selama ini kerjasama dengan pihak Saudi banyak terfokus pada masalah haji dan umrah. Padahal banyak kerjasama lain yang dapat dikongkritkan, antara lain dengan Kementerian Pendidikan Saudi Arabia dan perguruan tinggi di Saudi, ungkapnya di Riyadh, Ahad (30/4) lalu.

Kamaruddin mengungkapkan, untuk fokus kerjasama pendidikan tinggi ini, kita tidak hanya fokus dalam bidang studi keislaman. Tapi nanti lebih lanjut, Kemenag akan memperluas kerjasama dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Banyak peluang untuk kerja sama, antara lain bidang sains dan teknologi, ekonomi, politik dan budaya. Karena banyak minyak dan gas, maka studi tentang perminyakan pasti maju dan berkembang di perguruan tinggi di Timur Tengah, termasuk di Saudi,” ujarnya.

Selama di Saudi, Kamaruddin pun mengunjungi beberapa Universitas ternama yang ada disana, tujuannya adalah tetap meningkatkan kerjasama. Perguruan Tinggi yang di kunjungi antara lain, Universitas Imam Muhammad Ibnu Saud di Riyadh, Universitas King Saud Riyadh, Universitas Islam Madinah, Universitas King Abdul Aziz Jeddah, dan Universitas Ummul Qura di Makkah.

“Kami akan bicara tentang peningkatan kerjasama, antara lain melalui pertukaran dosen, mahasiswa dan penelitian bersama dalam persoalan-persoalan strategis. Kami juga berharap tahun ini atau tahun depan dapat mengirim 15 sampai 20 dosen PTKIN untuk menempuh program doktoral (Ph.D student) ke sejumlah kampus di Saudi Arabia,” tutur Kamaruddin.

Rencana ini merupakan tindak lanjut dari progrram 5.000 doktor yang telah dirilis pada Desember 2014 lalu oleh Joko Widodo serta tindak lanjut atas kunjungan Raja Salman ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Agoes Maftuh Abegebriel selaku Duta Besar RI di Riyadh menegaskan, sangat mendukung apa yang menjadi target Indonesia dalam menjalin kerjasama di berbagai bidang dengan pihak Saudi. Agoes juga berharap kerjasama ini mampu mengangkat citra Pendidikan Indonesia di mata Internasional.

“Kami berharap adanya peningkatkan kerjasama ini dapat memperlihatkan kepada masyarakat di sini bahwa mutu pendidikan di Indonesia juga berkembang dan maju,” ujarnya.

“Saya berharap banyak dosen dari Timur Tengah yang mau mengajar di perguruan tinggi Islam kita Indonesia. Selain mengajar, mereka juga akan belajar bagaimana perkembangan dan mutu pendidikan Indonesia,” ujarnya. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *