posisi jima
foto: JemberMu

Ingin Bayi Terlahir Cerdas? 4 Kebiasaan Ini Bisa Ibu Terapkan Saat Hamil

foto: JemberMu

INSPIRADATA. Setiap ibu pasti berharap yang terbaik bagi ankanya. Ibu hamil yang akan melahirkan bisa saja mengharapkan anak yang lahir cantik, tampan, sehat, cerdas, sholeh-sholehah, dan lain sebagianya.

Jika ibu ingin melahirkan anak cerdas sesuai harapan,  harus bagaimana?

Dilansir dari Motherandbaby, berikut ini 4 kebiasaan ibu hamil yang bisa merangsang pembentukan otak janin agar terlahir cerdas dan tumbuh dengan intelektualitas yang tinggi:

  1. Baca buku sebelum tidur

Menurut Dr Miriam Stoppard, Pakar Pola Asuh Anak, semenjak semester ketiga, ibu hamil harus membiasakan membacakan janin buku dongeng sebagai latihan awal kemampuan bicara.

Pasalnya, janin di semester ketiga kandungan sudah bisa menyimpan memori dari bunyi yang biasa dia dengar di lingkungan sekitarnya.

“Peneliti dari AS meminta responden ibu hamil untuk membacakan buku cerita anak berulang-ulang kala bayi masih dalam kandungan. Lalu, saat bayi lahir, bayi pun mengingat suara ibu dalam membacakan cerita. Ini bisa mempercepat kemampuan bicara,” jelas Dr Stoppard.

  1. Tetap aktif

Bayi menyukai energi positif. Ibu yang bersemangat dan bahagia bisa menularkan energi positif itu kepada bayinya. Kegiatan apa yang bisa ibu lakukan agar tetap aktif dan bersemangat? Salah satunya adalah olah raga ringan. Hormon yang tercipta selama latihan dibawa oleh plasenta sehingga bayi pun “tersirami” kimiawi bahagia selama delapan jam. Sering olahraga, menurut studi terbaru, bisa meningkatkan 40 persen perkembangan otak bayi, terutama di bagian otak yang bekerja saat belajar dan menghapal.

  1. Bermain atau mendengarkan musik

Memainkan musik klasik telah menjadi teori yang paling umum dan banyak diterapkan oleh ibu hamil.

“Janin menyukai musik, apapun genrenya. Sebab, musik memicu hormon bahagia terus aktif, salah satunya adalah serotonin yang membuat bayi lebih tenang dan bahagia,” jelas Dr Stappord.

Rasa bahagia saat mendengarkan musik, kata Dr Stappord, akan terus diingat bayi setelah lahir ke dunia. Jadi, ketika bayi mendengar musik, memorinya akan membawa kembali masa bahagia menikmati musik dalam kandungan.

  1. Suara dan bacaan Al-Qur’an cerdaskan bayi

Salah satu mukjizat bacaan Al-Qur’an adalah akan membuat tenang bagi yang mendengarkannya. Demikian juga dengan manfaat membacakan atau mendengarkan lantunan Al-Qur’an kepada bayi atau janin yang masih dalam kandungan. Beberapa penelitian juga membuktikan hal tersebut. Suara atau bacaan Al-Qur’an yang diperdengarkan kepada bayi akan membuat otaknya terstimulus secara positif.

Bacaan Al-Qur’an akan memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Beberapa ahli juga menyatakan pendapatnya bahwa bayi yang sering diperdengarkan Al-Qur’an ketika dalam kandungan akan lebih cepat hafal Al-Qur’an setelah lahir kedunia. Memori suara Al-Qur’an yang sudah terekam dalam otaknya akan segera merespon ulang ketika ia dibacakan Al-Qur’an.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *