Al Qur'an

Ingin Khatam Al-Qur’an Saat Ramadhan? Yuk Persiapkan Tips Berikut Ini

INSPIRADATA. Bulan Suci Ramadhan tinggal hitungan hari, seluruh umat Islam di seluruh dunia tentunya sangat menantika hari penuh keberkahan ini. Pasalnya, di bulan Puasa ini, umat Islam berlomba-lomba untuk memetik keberkahan dari setiap ibadah yang dilakukan.

Banyak sekali kegiatan yang dapat dilakukan di hari Puasa ini. Tujuannya tak lain adalah menggapai Ridha Allah SWT dan memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat dan wajib dilakukan oleh umat Islam adalah membaca Al-Qur’an. Pada bulan Ramadhan ini kita sebagai umat Islam tentu harus memanfaatkan momentum bulan Suci, contohnya dengan mengkhatamkan Al-Qur’an.

Tapi tak jarang mereka kesusahan pasalnya merasa tidak bisa membagi waktu untuk melakukan hal tersebut. Padahal, khatam Al-Qur’an saat Ramadhan sebenarnya ada beberapa tipsnya. Berikut ulasannya:

1. Rumus 1 kali khatam dalam 30 hari

Mengingat bahwa Ramadan hanya memiliki 30 hari dan Al-Qur’an mempunyai 30 juz, berarti kita harus bisa membaca 1 juz per harinya. Bila kalian merasa terlalu berat untuk menyelesaikan 1 juz dalam 1 waktu, coba bagi ke dalam beberapa waktu.

Banyak orang menyarankan AL-Qur’an tersebut dibaca selepas kita menjalankan salat 5 waktu. Caranya, dalam 1 juz biasanya terdiri dari 10 lembar. Dan 10 lembar tersebut bila dibagi dengan 5, maka hasilnya adalah 2. Jadi di sini tiap sehabis salat, kalian bisa menamatkan 2 lembar atau 4 halaman saja.

Sehingga setelah tarawih nanti tanggungan 1 juz sudah dapat teratasi. Namun jika kalian ingin mencoba khatam 2 kali dalam 1 bulan itu, coba kalikan saja pola mengaji di atas. Yang sebelumnya hanya 2 lembar seusai salat, berarti menjadi 4 lembar, dan seterusnya.

2. Bawa Al-Qur’an kecil selama beraktivitas

Untuk kalian yang mungkin seorang pekerja kantoran, bisalah menyempatkan sedikit waktunya untuk membaca kitab suci ini. Anggap saja waktu mengaji ini merupakan pengganti jam makan siang kalian saat bukan bulan puasa. Hal ini juga berlaku untuk kalian para mahasiswa ya.

Jangan lupa untuk membawa sebuah Al-Qur’an kalau-kalau tempat ibadahmu tidak menyediakannya. Pilih saja yang berukuran kecil bila dirasa lebih nyaman. Karena besar-kecilnya Al-Qur’an tentu tidak mengurangi esensi kitab tersebut, bukan? Dengan begini kalian bisa lebih fleksibel untuk mengaji di mana saja lokasinya.

3. Unduh aplikasi Al-Qur’an juga akan sangat membantu

Di zaman serba canggih ini tentu saja sudah ada aplikasi Al-Qur’an online yang bisa kalian unduh dengan menggunakan ponsel pintar. Nah aplikasi ini pasti juga akan mempermudah rencana khatam kalian di Ramadan kali ini.

Jika dirasa kurang nyaman membawa kitab suci kecil, boleh jadi alternatif ini kalian pilih. Dengan menggunakan aplikasi ini, kita juga dibuat semakin mudah mengaji di mana pun juga.

Misalnya saja jika sudah diburu deadline selepas salat, kita bisa langsung membuka aplikasi pasca menyelesaikan pekerjaan. Dengan menggunakan aplikasi ini, kalian juga bisa mengaji di tempat mana pun.

Baik itu di dalam transportasi umum, saat menunggu lampu merah di kendaraan pribadi, maupun saat istirahat sejenak di meja kerja. Cukup buka ponsel dan mulai mengajilah.

4. Buat pengingat di mana-mana

Untuk kalian yang memiliki kesibukan super padat setiap harinya tak jarang mungkin merasa lupa memiliki misi khatam Qur’an dalam 30 hari. Untuk menghindari hal semacam itu, coba buatlah pengingat atau reminder. Pengingat tersebut bisa berupa alarm di ponsel, maupun wallpapernya.

Jadi tiap membuka ponsel kita akan secara tak langsung diingatkan. Bila perlu pasang tulisan di kamar maupun meja kerja atau di setiap sudut ruanganmu agar makin disiplin.

Atau kalian juga bisa meminta tolong orang di sekitar untuk selalu mengingatkan akan misi tersebut, bisa jadi orang tua, saudara, teman, maupun tetangga sebelah. Pokoknya niat baik jangan sampai terbengkalai deh.

5. Jangan sering lihat jam ya

Cara lain yang harus dilakukan saat kita mulai mengaji adalah untuk tidak melihat jam terlalu sering. Mengapa? Hal semacam itu hanya akan membuat kita merasa semakin lama dan akhirnya akan menjadi malas melanjutkan. Jadi kalau sudah mulai membaca Bismillah, lanjutkan mengajimu dan jauhkan pandangan dari jam.

Jangan pula membolak-balik halaman dan menghitung lembarannya karena yang seperti itu juga akan membuat kita berpikir, “aduh berapa halaman lagi ya?” dan bisa berakhir dengan penundaan. Satu hal penting untuk diingat adalah jangan terburu-buru saat membaca Al-Qur’an. Nikmati dan resapi setiap ayat bacaanmu. []

 

Sumber: Boombastis


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *