mengklaim uang asuransi
Foto: kompas.com

Ingin Klaim Asuransi, Pasutri Ini Ledakkan Rumah

Sepasang suami istri di Australia Selatan, dilaporkan ke pengadilan lantaran dituduh telah meledakkan investasi properti mereka dengan tujuan mengklaim uang asuransi.

Pria bernama Krzysztof Kuchar (48) dan istrinya, Sarah Kuchar (42), adalah sepasang suami istri yang dituduh melakukan pembakaran setelah sebuah rumah sewa milik mereka di Falcon Street, Holden Hill, di timur laut Adelaide, meledak.

Dilansir ABC News, Kamis (14/9/2017), rumah itu sengaja dirusak dan diledakkan hingga menjadi reruntuhan pada Oktober 2011.

Menurut keterangan yang diterima pengadilan distrik di negara bagian Australia Selatan, seluruh rumah dituang bensin .

Rumah itu meledak begitu kuat sehingga berdampak ke jalan dan merusak sejumlah properti di sekitarnya.

Jaksa Kosmas Lesses, dalam pidato pembukaannya mengatakan, pria yang sedang berpesta di sekitar sana mendengar suara ledakan pada dini hari dan melihat seorang pria yang merangkak keluar dari reruntuhan dalam keadaan terluka.

“Dalam berkas penuntutan, pria yang merangkak keluar dari reruntuhan dan berlari ke mobil itu adalah terdakwa, Krzysztof Kuchar,” kata sang jaksa.

Jaksa Kosmas Lesses mengatakan, bagian dari tulang kaki Kuchar menonjol keluar dari kulitnya dan pria tersebut membawanya ke mobilnya yang diparkir di bagian depan rumah.

Dia mengatakan bahwa Sarah Kuchar berada di kursi pengemudi mobil dan dua orang anak dan kedua pasangan itu berada di kursi belakang.

Dalam berkas penuntutan, pasangan suami dan isteri Kuchar tidak hanya [kebetulan] melewati daerah tersebut, mereka juga tidak berada di sana untuk tujuan yang tidak berdosa, “kata Lesses.

“Mereka ada di sana karena mereka membuat keputusan bodoh untuk membakar properti investasinya dengan maksud mengklaim polis asuransi.”

“Tuan Kuchar adalah orang yang membakar properti itu, atau malah menyebabkannya meledak, sementara istrinya memainkan peran klasik sebagai pengemudi saat kabur.”

Kata Kosmas Lesses, alih-alih memanggil ambulans atau mengemudi ke rumah sakit terdekat, pasangan tersebut malah melanjutkan berkendara lebih dari 800 kilometer ke negara bagian Victoria, di mana mereka kemudian mencari bantuan medis di Wangaratta.

“Jika tuan Kuchar tidak melakukan kesalahan, jika dia berada di tempat yang salah pada waktu yang salah, mengapa Nyonya Kuchar mengantarnya sampai ke Wangaratta untuk mendapatkan perawatan medis?” Katanya.

“Tindakan melarikan diri dari TKP ini juga dilakukan karena kesadaran akan rasa bersalah.”

Pengadilan juga mendengar keterangan, Krzysztof Kuchar mengatakan kepada dokter di rumah sakit di Wangaratta bahwa dia telah melukai kakinya dalam kecelakaan sepeda motor.

Krzysztof Kuchar ditangkap di Victoria dan diekstradisi 12 hari kemudian ke Australia Selatan.

Pengadilan juga mendengar dia mengatakan kepada polisi bahwa dia pergi ke rumah pada malam terjadinya ledakan untuk mengganti kunci di salah satu pintu karena dia telah mengalami masalah dengan penyewa yang baru saja pindah.

Kosmas lesses mengatakan di persidangan kalau kunci properti itu ditemukan di mobil pasangan tersebut.

“Dalam berkas penuntutan, kunci itu dibeli sebagai penjelasan palsu jika polisi datang untuk mengajukan pertanyaan, “katanya.

Berdasarkan pernyataan yang diterima pengadilan, Krzysztof Kuchar mempunyai masalah dengan pengumpulan uang sewa dan sebelumnya telah memberikan pernyataan kepada polisi tentang sebuah serangan yang dilakukan salah satu penyewa terhadapnya.

Kosmas Lesses mengatakan kepada pengadilan bahwa Sarah Kuchar juga telah berbicara kepada polisi tentang serangan tersebut namun pernyataannya termasuk rincian yang tidak disebutkan oleh suaminya – bahwa penyewa telah mengancam untuk membakar rumah tersebut.

“Dia sengaja berbuat untuk mengesankan orang lain bertanggung jawab atas pembakaran tersebut,” katanya, demikian seperti dilansir kompas.com. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *