jilbab punuk unta
foto: cerpin.com

Ingin Seperti Abdurrahman bin Auf? Jadilah Miskin

Siapa yang tak kenal dengan sosok saudagar kaya rasa asal Mekah ini? Dialah salah seorang sahabat yang dikabarkan termasuk sepuluh orang yang dijamin masuk surga. Kekayaannya yang berlimpah tak memalingkannya dari beribadah kepada Allah.

Sosok Abdurrahman bin Auf sering menjadi idola dan panutan bagi para pengusaha saat ini. Banyak yang terinspirasi dari kisahnya. Namun tahukan kalian bahwa sesungguhnya Abdurrahman bin Auf tak ingin menjadi kaya? Suatu ketika Rasulullah saw berkata kepada Abdurrhaman bin Auf bahwa kelak dia akan masuk surga dengan cara merangkak.

Maka, mendengar hal tersebut Abdurrahman bin Auf pun mencari cara bagaimana caranya agar dia menjadi miskin agar dapat masuk surga lebih awal. Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Sehingga harga jualnya jatuh.

Mengetahui hal tersebut, Abdurrahman bin Auf pun langsung memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus. Hal ini tentu saja membuat para sahabat lain bahagia. Mereka senang kurma busuknya dibeli oleh Abdurrahman bin Auf dengan harga kurma bagus. Lalu bagaimana dengan Abdurrahman bin Auf sendiri? Ya, Abdurrahman bin Auf pun gembira juga karena berharap bisa jatuh miskin karena hal tersebut.

Namun, sungguh luar biasa rencana Allah terhadap Abdurrahman bin Auf ini. Ternyata disaat yang sama, di negeri Yaman, disana tengah diserang suatu penyakit menular yang ternyata obat dari penyakit tersebut adalah kurma busuk. Datanglah utusan dari Yaman tersebut ke Madinah dan mencari kurma busuk.

Utusan Raja Yaman tersebut akhirnya memborong seluruh kurma busuk milik Abdurrahman bin Auf dengan harga sepuluh kali lipat dari harga kurma biasa.

Inilah suatu hikmah berharga dari kisah Abdurrahman bin Auf. Beliau tidak jadikan kekayaan di hatinya, melainkan ia tempatkan kekayaan itu di tangannya. Tak pernah dalam setiap pekerjaan atau bisnis yang dia kerjakan semata-mata hanya mencari keuntungan saja. Melainkan beliau senantiasa menjadikan bisnis dan hartanya hanya untuk wasilah beribadah kepada Allah swt saja. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *