Foto: Rimanews

Ini 3 Keutamaan Orang Miskin

INSPIRADATA. Seringkali orang miskin dipandang sebelah mata, karena keterbatasan mereka. Keterbatasan disini memiliki arti harta benda yang mereka miliki. Sehingga mereka dianggap tidak dapat memberikan kontribusi apapun.

Tapi, tahukah Anda? Ternyata orang miskin memiliki tiga keutamaan dibanding orang kaya? Berikut keutamaannya.

1- Penghuni surga banyak orang miskin
Dari Harits bin Wahb radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia berkata,
“Maukah ku beritahu pada kalian siapakah ahli surga itu? Mereka itu adalah setiap orang yang lemah dan dianggap lemah oleh para manusia, tetapi jika ia bersumpah atas nama Allah, pastilah Allah mengabulkan apa yang disumpahkannya. Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli neraka itu? Mereka itu adalah setiap orang yang keras, kikir dan gemar mengumpulkan harta lagi sombong” (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

2- Orang miskin mendahului orang kaya masuk surga
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

3- Berkah dari do’a orang miskin
Dalam hadits disebutkan bahwa Sa’ad menyangka bahwa ia memiliki kelebihan dari sahabat lainnya karena melimpahnya dunia pada dirinya, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian” (HR. Bukhari no. 2896).

Ibnu Baththol berkata, “Ibadah orang-orang lemah dan doa mereka lebih ikhlas dan lebih terasa khusyu’ karena mereka tidak punya ketergantungan hati pada dunia dan perhiasannya. Hati mereka pun jauh dari yang lain kecuali dekat pada Allah saja. Amalan mereka bersih dan do’a mereka pun mudah diijabahi (dikabulkan)”. Al Muhallab berkata, “Yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maksudkan adalah dorongan bagi Sa’ad agar bersifat tawadhu’, tidak sombong dan tidak usah menoleh pada harta yang ada pada mukmin lain” (Lihat Syarh Al Bukhari li Ibni Baththol, 9: 114).

Sumber : rumaysho.com


Artikel Terkait :

About Tia Apriati Wahyuni

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *