, Ini 5 Amalan yang Penuh Cinta Allah
Unik, Informatif , Inspiratif

Ini 5 Amalan yang Penuh Cinta Allah

0

Orang yang paling bahagia ialah orang yang menjadi kekasih Allah SWT. Seorang hamba yang menjadi kekasih Allah pasti akan bahagia di dunia dan akhirat.

Amal saleh merupakan pondasi utama yang akan mengantarkan kita menjadi kekasih-Nya.

Lalu bagaimana caranya agar ibadah yang kita lakukan bisa mengantarkan pada cinta Allah SWT?

Berikut ada beberapa cara yang harus kita lakukan:

Pertama, lakukan ibadah dengan penuh cinta.

Cinta manusia kepada Allah adalah puncak cinta manusia yang paling bening, jernih, dan bersih. Cinta sebagai media untuk mengingat atau menghubungkan hamba dengan-Nya. Adanya kerinduan ingin bertemu dengan Allah dan kerinduan kepadanya bukan hanya dengan berkomunikasi dalam bentuk shalat, doa, dzikir, dan membaca Al-Quran tetapi diwujudkan juga dalam sikap istiqamah atau konsisten dalam berpegang teguh pada ajaran islam.

Rasulullah SAW mengingatkan, “Seorang hamba tidak disebut beriman kecuali bila aku lebih dia cintai daripada anaknya, orang tuanya, dan manusia seluruhnya.” (HR Bukhari).

Kedua, lakukan amal shaleh secara maksimal sesuai dengan kemampuan.

Seorang pengusaha tidak mungkin sukses tanpa mengalami rintangan. Seorang pelajar tidak mungkin menjadi ilmuwan tanpa melalui tahap pendidikan. Begitu pula dengan surga, seorang hamba yang ingin meraih kenikmatan surga yang begitu sangat indah, tentu saja harus melewati tahapan ujian dari Allah SWT.

Ketiga, mujahadah, yakni bersungguh-sungguh melakukan amal saleh.

Agar setan tidak memiliki peluang untuk menggelincirkan manusia kedalam kesehatan. Allah SWT memberikan petunjuk kejalan yang diridai-Nya kepada orang yang ibadahnya disertai mujahadah.

Sifat mujahadah ini tampak jelas pada Rasulullah SAW yang selalu melakukan shalat malam hingga kedua tumitnya bengkak. Ketika itu, Aisyah RA bertanya, “Mengapa engkau lakukan hal ini (shalat malam), bukankah Allah SWT sudah mengampuni dosamu yang sudah lalu dan yang akan datang? Rasulullah SAW bersabda, “Bukankah sepantasnya aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?” (HR Bukhari dan Muslim).

Keempat, sabar ketika beramal.

Ibadah apapun, shalat, puasa, zakat, haji, maupun ibadah lainnya, hendaknya dilaksanakan dengan sabar.

Kelima, berjamaah dalam melakukan amal saleh.

Setan akan kesulitan menggelincirkan manusia kedalam kesesatan jika ibadah selalu dikerjakan secara berjamaah. Apalagi, ibadahnya disertai dengan penuh keiklasan yang murni karena Allah SWT.

“Tidaklah tiga orang penghuni desa atau penghuni pegunungan yang tidak mendirikan shalat berjamaah kecuali mereka telah dikuasai oleh setan. Karena itu, hendaknya kamu melakukan shalat dengan berjamaah karena harimau hanya mau menangkap kambing yang sedang sendirian.” (HR Abu Daud dan Nasa’i).

Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada kita untuk meraihnya. Amin.[]


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.